faktakalbar

Bukan Cuma di Jalanan, Bahasan Sentil 'Preman Berdasi' di Instansi Pemerintah

Penulis: Redaksi Thursday, 27 November 2025 📖 1 menit
Bukan Cuma di Jalanan, Bahasan Sentil 'Preman Berdasi' di Instansi Pemerintah
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Definisi premanisme di Kota Pontianak kini diperluas. Tidak hanya menyasar para pemalak di jalanan atau juru parkir liar, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak juga membidik perilaku intimidatif yang terjadi di balik meja birokrasi. Hal mengejutkan ini disampaikan Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan , usai memimpin Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Premanisme, Rabu (26/11/25). Baca Juga:   Lepas Penat Tumpukan Berkas, Ribuan ASN Pontianak ‘Tumpah’ di Lapangan Voli Dalam forum yang dihadiri berbagai unsur keamanan tersebut, Bahasan menegaskan bahwa premanisme adalah musuh di semua lini. Ia secara spesifik menyentil perilaku atasan di instansi pemerintah yang menyalahgunakan kekuasaan untuk menekan bawahan. “Premanisme ini bisa muncul di semua lini. Bahkan atasan di instansi pemerintah sekalipun bisa berperilaku seperti preman jika mengintimidasi bawahannya dan bertindak tidak sesuai aturan,” tegas Bahasan di hadapan peserta rapat. Pernyataan keras ini menjadi sinyal bahwa Satgas tidak akan pandang bulu. Selain masalah internal birokrasi, rapat tersebut juga membedah keluhan klasik mengenai premanisme di sektor perhubungan. Dinas Perhubungan (Dishub) melaporkan kerap menghadapi tembok tebal saat menertibkan parkir liar karena adanya intervensi dari oknum-oknum tertentu yang "memasang badan". “Kita terima semua informasi, termasuk soal adanya oknum yang mengatasnamakan instansi tertentu untuk mengintervensi penertiban parkir. Nanti akan kita rekomendasikan lebih lanjut apakah perlu tindakan kepolisian atau cukup pembinaan,” jelasnya. Bahasan memastikan, Satgas kini sedang menyusun rekomendasi taktis berdasarkan masukan dari seluruh instansi. Jika pendekatan persuasif dan pembinaan tidak mempan, opsi penegakan hukum di lapangan siap diambil. Baca Juga:  Persaingan ASN Kian Ketat, Edi Kamtono Tantang Mahasiswa Jadi Pengusaha Digital “Jika memang situasinya urgent dan harus kita turun langsung, maka kita akan turun ke lokasi yang terindikasi,” ancamnya. Menutup arahannya, Bahasan mengajak seluruh elemen masyarakat, ormas, dan paguyuban untuk satu suara melawan segala bentuk intimidasi. Ia ingin membangun kesadaran kolektif bahwa perilaku memaksakan kehendak secara kasar, baik di jalan maupun di kantor, adalah bentuk premanisme yang harus diberantas. (Ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK