faktakalbar

Bahasan Wanti-wanti Lonjakan Harga Jelang Imlek

Penulis: Redaksi Thursday, 05 February 2026 📖 1 menit
Bahasan Wanti-wanti Lonjakan Harga Jelang Imlek
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak , Bahasan , meminta seluruh pihak mewaspadai pergerakan harga kebutuhan pokok. Ia menyampaikan peringatan ini meski Kota Pontianak baru saja mencatat angka inflasi terendah se-Kalimantan Barat pada awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi tahunan ( year on year ) Kota Pontianak per Januari 2026 sebesar 2,74 persen. Angka ini berada di bawah rata-rata inflasi Provinsi Kalimantan Barat yang mencapai 3,33 persen. Bahasan menanggapi data tersebut usai mengikuti High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Bank Indonesia Kalbar, Kamis (5/2/2026). Baca Juga:  Pontianak Catat Inflasi Terendah se-Kalbar Januari 2026 Menurutnya, angka inflasi rendah saat ini bukan jaminan harga akan terus stabil, mengingat sejumlah hari besar sudah di depan mata. “Kami fokus mengantisipasi potensi kenaikan harga jelang hari besar keagamaan. Makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok komoditas yang paling rawan mengalami gejolak harga,” ujar Bahasan. Ia menyoroti kedatangan Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Idulfitri yang berurutan. Momen-momen ini biasanya memicu lonjakan permintaan masyarakat yang berdampak langsung pada harga pasar. Sebagai pembanding kondisi ekonomi daerah lain, Kabupaten Sintang mencatat inflasi tertinggi di Kalimantan Barat pada periode ini dengan angka 4,52 persen. BPS menyebut tarif listrik, beras, dan ikan segar sebagai komoditas utama yang memicu inflasi di wilayah Kalbar secara umum. Baca Juga:  Pontianak Promosikan Kriya Unggulan di INACRAFT 2026, Buka Peluang Pasar Internasional Pemerintah Kota Pontianak bersama TPID Provinsi berkomitmen memantau ketat stok dan harga pangan di pasar. Langkah ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil menghadapi rangkaian hari raya mendatang. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK