faktakalbar

Bahaya! 4 Gejala Ginjal Rusak Tampak dari Kencing

Penulis: Redaksi Wednesday, 18 March 2026 📖 1 menit
Bahaya! 4 Gejala Ginjal Rusak Tampak dari Kencing
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Data Kementerian Kesehatan m encatat prevalensi penyakit ginjal kronis di Indonesia terus bertambah setiap tahun. Sayangnya, masyarakat sering mengabaikan tanda awal kerusakan organ vital ini. Padahal, kita bisa mendeteksi kondisi ginjal secara mudah setiap hari. Air kencing menyimpan petunjuk penting mengenai tingkat kesehatan organ penyaring tubuh tersebut. 1. Air Kencing Berbusa Gelembung busa pada urine yang bertahan lama wajib Anda waspadai. Kondisi ini menandakan organ ginjal mengalami kebocoran protein atau proteinuria. Baca Juga:  Lima Gejala Awal Penyakit Ginjal Mengancam Usia Muda Filter ginjal yang rusak membiarkan zat protein lolos dan masuk ke dalam saluran kemih secara bebas. 2. Perubahan Warna Mencolok Ginjal sehat selalu menghasilkan urine berwarna kuning pucat. Warna merah atau cokelat pekat mengindikasikan keberadaan darah di dalam saluran kencing. Kerusakan filter ginjal, infeksi, atau batu ginjal memicu perubahan warna ekstrem ini. 3. Frekuensi Kencing Berubah Penurunan volume urine secara drastis merupakan tanda utama gagal ginjal akut. Penderita juga sering bangun pada malam hari khusus untuk buang air kecil. Pada tahap paling kritis, ginjal penderita bahkan berhenti memproduksi urine sama sekali. Baca Juga:  5 Tanda Sakit Ginjal yang Jarang Disadari, Waspadai Tubuh Cepat Lelah 4. Bau Sangat Menyengat Penumpukan racun dalam tubuh memicu bau urine yang sangat tajam dan tidak wajar. Kondisi medis bernama uremia ini terjadi karena organ ginjal gagal menyaring zat sisa pembuangan. Anda harus segera mengunjungi dokter spesialis jika mencium bau kencing yang menyengat secara terus-menerus. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK