Bahaya Kesehatan Mengintai, Dokter Ingatkan Risiko Konsumsi Mi Instan Setiap Hari
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Mi instan sering menjadi pilihan utama masyarakat karena kepraktisan dan harganya yang terjangkau.
Namun, di balik kemudahannya, para ahli kesehatan kembali mengingatkan potensi dampak buruk bagi tubuh jika konsumsi mi instan dilakukan secara berlebihan atau menjadi menu harian.
Baca Juga:
Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Dokter ortopedi asal Mumbai, India, Dr. Manan Vora, memberikan pandangannya terkait kebiasaan ini. Ia menegaskan bahwa mi instan bukanlah makanan yang harus dihindari sepenuhnya, asalkan porsinya dibatasi dan tidak dimakan setiap hari.
"Makan mi instan sekali-sekali tidak akan merusak kesehatan. Tapi jika mengandalkannya setiap hari, dampaknya akan terasa dalam jangka panjang," ujarnya, seperti dikutip dari
Hindustan Times
, Kamis (2/1/2026).
Risiko Bahan Pengawet dan Mikroplastik
Dr. Vora menjelaskan bahwa mi instan tergolong makanan ultra-proses. Di dalamnya terkandung sejumlah bahan yang perlu diwaspadai, seperti TBHQ atau pengawet sintetis. Jika masuk ke tubuh terlalu sering, zat ini berpotensi memicu stres oksidatif.
Selain bahan makanannya, kemasan mi instan jenis
cup
yang berbahan polistirena juga menjadi sorotan. Kemasan ini berisiko melepaskan mikroplastik saat diseduh dengan air panas.
"Paparan ini bisa memicu peradangan dan mengiritasi usus dalam jangka panjang," tambah Dr. Vora.
Ia juga menyoroti adanya kandungan pewarna buatan, perisa sintetis, serta
Monosodium Glutamat
(MSG) yang tinggi. Kombinasi bahan-bahan ini membuat rasa mi instan sangat gurih, yang sering kali memicu keinginan untuk makan berlebihan.
Ancaman Kurang Gizi dan Hipertensi
Senada dengan Dr. Vora, dokter asal Surabaya, Sungadi Santoso atau yang akrab disapa dr. Sung, memberikan perspektif dari sisi regulasi dan gizi.
Menurutnya, produk mi instan yang telah terdaftar di BPOM pada dasarnya aman dikonsumsi. Namun, keamanan tersebut berlaku dalam batas wajar, bukan untuk konsumsi mi instan setiap hari.
Baca Juga:
6 Pilihan Kardio Low Impact, Alternatif Jaga Kesehatan Jantung yang Aman bagi Sendi
Masalah utama muncul dari ketidakseimbangan nutrisi. Mi instan didominasi oleh karbohidrat dan lemak, namun sangat minim kandungan gizi penting lainnya.
"Mi instan tinggi karbohidrat dan lemak, tapi minim protein, vitamin, dan mineral. Jika dijadikan menu utama, tubuh bisa mengalami kekurangan gizi," jelas dr. Sung.
Selain risiko malnutrisi, kandungan garam atau natrium yang tinggi dalam bumbu mi instan juga menjadi perhatian serius. Jika dikonsumsi terus-menerus, hal ini dapat memicu tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gangguan metabolik.
Para ahli menyimpulkan bahwa mi instan masih aman jika hanya dinikmati sesekali sebagai selingan. Namun, menjadikannya makanan pokok tanpa diimbangi asupan serat dan protein lain sangat berisiko bagi kesehatan jangka panjang.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.