faktakalbar

Stop Pakai Botol Bekas! Dokter Ingatkan Bahaya Wadah Jamu Tidak Higienis, Rawan E. coli

Penulis: Dimas Friday, 28 November 2025 📖 3 menit
Stop Pakai Botol Bekas! Dokter Ingatkan Bahaya Wadah Jamu Tidak Higienis, Rawan E. coli
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Tren minum jamu kembali naik, terutama di kalangan Gen Z yang mulai mengutamakan gaya hidup alami. Ragam jamu seperti kunyit asam, beras kencur, pahitan, hingga temulawak kini populer kembali. Namun, di balik kepopulerannya, dokter mengingatkan agar konsumen tidak hanya fokus pada rasa dan manfaat rempah, tetapi juga memperhatikan wadah jamu . Pasalnya, kemasan dapat menentukan kualitas, keamanan, hingga risiko kontaminasi mikroba . Menurut DR. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si (Herbal), Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), penggunaan wadah yang tidak tepat dapat membuat jamu lebih cepat rusak, terkontaminasi, bahkan menimbulkan risiko penyakit . Baca Juga: Mudah Marah Menjelang Haid? Ini 4 Cara Sederhana Mengelola Emosi Agar Tetap Tenang Mengapa Wadah Berpengaruh terhadap Keamanan Jamu Tradisional? Meskipun berbahan alami, jamu adalah minuman tanpa pengawet yang sangat sensitif terhadap lingkungan . Ketua Umum PDPOTJI, dr. Inggrid Tania, menjelaskan alasan utama mengapa wadah sangat berpengaruh: Kadar Air Tinggi: Jamu cair memiliki kadar air tinggi dan mudah terkontaminasi bila wadahnya tidak higienis seperti botol bekas air mineral . Rentan Mikroorganisme: Botol bekas, apalagi yang tidak disterilkan dengan benar, rentan menyimpan mikroorganisme . Risiko Kontaminasi: Kontaminasi dapat berupa E. coli (menyebabkan diare dan kram perut), Staphylococcus aureus (memicu keracunan makanan), hingga Pseudomonas aeruginosa (berbahaya bagi orang dengan daya tahan tubuh rendah) . Risiko meningkat jika jamu disimpan di suhu ruang atau dibiarkan di kendaraan penjual sepanjang hari . Baca Juga: Lapar di Jam Tanggung? Ini 5 Cemilan Penahan Lapar yang Bikin Kenyang Lebih Lama Botol Plastik Bekas Tidak Direkomendasikan Menurut dr. Inggrid, botol plastik sekali pakai seperti bekas air mineral, soda, atau minuman manis tidak dirancang untuk pemakaian ulang . Hal ini menimbulkan beberapa masalah serius: Pertumbuhan Bakteri: Sisa cairan atau gula pada botol lama menjadi media bakteri tumbuh . Risiko Migrasi Zat Kimia: Botol PET dapat meluruhkan zat tertentu jika dipakai berulang atau terkena panas saat jamu dituangkan . Goresan Permukaan: Permukaan plastik yang tergores mudah menahan kotoran dan mikroba . "Botol bekas bukan pilihan tepat, bahkan jika tampak bersih. Jamu tetap berisiko terkontaminasi," kata dr. Inggrid . Rekomendasi Wadah Jamu yang Aman Untuk menjaga Keamanan Jamu Tradisional, dr. Inggrid memberikan rekomendasi wadah yang aman: Botol Kaca: Pilihan paling aman karena mudah disterilkan, tidak berinteraksi dengan cairan, tidak menyimpan bau, dan bisa dipakai ulang berkali-kali . Botol Plastik Food Grade : Pilih plastik baru berlabel food grade . Pastikan dicuci, disterilkan air panas, dan dikeringkan sebelum digunakan . Hindari Seluruh Botol Bekas: Apa pun jenisnya (air mineral, minuman manis, atau kopi), semua botol bekas harus dihindari . Manfaat Jamu yang Digemari Gen Z Baca Juga: Boleh atau Tidak? Efek Kopi pada Penderita Tekanan Darah Tinggi Menurut Ahli dan Hasil Studi Selain wadah, penting juga mengetahui manfaat jamu yang digemari Gen Z : Beras Kencur: Bermanfaat meredakan pegal-pegal ringan, membantu melegakan batuk, menenangkan tubuh, dan menjadi alternatif minuman manis yang lebih sehat . Kunyit Asam: Memiliki sifat menyegarkan, baik untuk pencernaan, dan pada perempuan membantu meredakan nyeri menjelang menstruasi (PMS) . Jamu Pahitan ( sambiloto–brotowali ): Manfaatnya termasuk memperbaiki pencernaan, membantu mengurangi gatal pada kulit dan bau badan, meningkatkan imunitas, menormalkan gula darah, dan membantu memperbaiki selera makan . Cabai Puyang: Disarankan jika pegal mulai berat. Jamu yang berbahan dasar cabai jawa dan lempuyang ini lebih kuat dibanding beras kencur, dan dapat membantu meredakan nyeri otot . Dengan meningkatnya minat anak muda, penting untuk memastikan bahwa minuman herbal ini dikonsumsi secara aman, dengan memperhatikan wadah yang tepat dan kebersihan . (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK