Bahlil Janji Pangkas Izin Demi Kejar Target Migas
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Menteri E
nergi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM), Bahlil Lahadalia, bergerak cepat menemui para pimpinan perusahaan minyak dan gas bumi (migas). Ia menggelar dialog langsung dengan para bos K
ontraktor Kontrak Kerja Sama
(KKKS) untuk memastikan produksi minyak nasional tahun ini meningkat.
Bahlil memanfaatkan pertemuan tersebut untuk mengevaluasi kinerja industri hulu migas. Ia ingin memastikan seluruh pihak bekerja maksimal agar target produksi
minyak
siap jual atau
lifting
pada tahun 2026 bisa tercapai sesuai rencana.
Bahlil memuji kinerja kontraktor migas yang sukses memenuhi target pemerintah pada tahun lalu. Industri hulu migas mampu memproduksi minyak sebanyak 605.300 barel per hari sepanjang 2025. Angka ini memenuhi target yang telah pemerintah tetapkan.
Baca Juga:
Respons Bahlil Soal Isu Tambang Ilegal Jadi Biang Kerok Banjir Bandang Sumatera
Mantan Kepala BKPM itu menyebut para pimpinan perusahaan sebagai sosok penting dalam menjaga ketahanan energi negara.
"Bapak Ibu Pimpinan daripada KKKS dan seluruh pasukannya, kalian adalah pahlawan lifting untuk tahun 2025. Saya atas nama Pemerintah, menyampaikan terima kasih kepada semua KKKS, atas kontribusinya, atas kerja kerasnya, dalam mencapai target lifting kita di tahun 2025 sebesar 605,300 ribu barel per day," kata Bahlil di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Pangkas Birokrasi yang Menghambat
Dalam dialog tersebut, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan mendukung penuh kebutuhan kontraktor di lapangan. Ia berjanji kementeriannya bersama SKK Migas akan memangkas proses birokrasi yang memakan waktu lama.
Bahlil menjamin pemerintah akan mengawal percepatan perizinan, termasuk izin yang melibatkan kementerian lain. Ia ingin menyelaraskan ritme kerja antara pemerintah sebagai pembuat aturan dan perusahaan sebagai pelaksana di lapangan.
"KKKS berperan di depan, dan Pemerintah mempunyai kepentingan besar terhadap bagaimana meningkatkan lifting. KKKS adalah eksekutor di lapangan, kami regulator. Nah, bagaimana ini kita tune-kan menjadi satu Sehingga iramanya bisa berjalan," ujar Bahlil.
Pengusaha Minta Kepastian Aturan
Para bos perusahaan migas merespons positif langkah Bahlil. Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA), Kathy Wu, meminta pemerintah konsisten dalam menerapkan aturan. Konsistensi regulasi sangat penting agar operasional proyek berjalan lancar tanpa gangguan perubahan kebijakan di tengah jalan.
"Ketika proyek memasuki tahap operasi, sangat penting bahwa peraturan dan regulasi Pemerintah tetap sama, karena itu akan melindungi operasional proyek, sehingga dapat memiliki ruang dan fokus pada pelaksanaan," tutur Kathy.
Presiden ExxonMobil Indonesia, Wade Floyd, juga menyampaikan permintaan serupa. Ia berharap pemerintah mempercepat keluarnya izin operasional. Hal ini akan membantu perusahaannya meningkatkan produksi lebih cepat dari capaian saat ini yang berada di angka 15 ribu barel per hari.
Baca Juga:
Akui ‘Dosa’ Deforestasi, Bahlil Sebut Tambang Tanpa Reklamasi Biang Kerok Banjir dan Longsor
"Kami berharap dapat berkolaborasi untuk memastikan ExxonMobil dapat memperoleh perizinan secepatnya, agar peningkatan produksi juga lebih cepat," kata Wade.
Bahlil menutup pertemuan dengan mengajak seluruh pihak memperkuat kerja sama. Ia meyakini kolaborasi yang baik akan membuat target produksi migas nasional terus meningkat di masa depan.
(*Sr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.