faktakalbar

Bakar Sampah Siang Bolong, Dua Hektare Lahan Gambut di Langsa Hangus Terbakar

Penulis: Redaksi Saturday, 25 April 2026 📖 1 menit
Bakar Sampah Siang Bolong, Dua Hektare Lahan Gambut di Langsa Hangus Terbakar
Faktakalbar.id, KOTA LANGSA — Insiden kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Gampong Meudang Ara, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Provinsi Aceh. Peristiwa kebakaran lahan gambut di Langsa ini terjadi pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB dan menghanguskan area seluas dua hektare. Berdasarkan hasil asesmen di lapangan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kota Langsa, pemicu utama kebakaran ini berasal dari kelalaian manusia. Baca Juga:  Karhutla di Kutai Barat Hanguskan Satu Hektare Lahan Perkebunan Diketahui bahwa salah seorang warga setempat melakukan aktivitas pembakaran sampah di area terbuka pada siang hari saat suhu udara tengah terik. Api dari pembakaran sampah tersebut kemudian menjalar dengan cepat dan merembet ke area lahan gambut yang mengering, sehingga memicu kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan. Merespons situasi darurat tersebut, tim gabungan dari BPBD Kota Langsa bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Langsa langsung bergerak ke lokasi kejadian. Otoritas setempat mengerahkan sedikitnya tiga unit armada truk pemadam kebakaran dan dua unit mobil tangki suplai air untuk memadamkan kobaran api. Upaya pemadaman di area kebakaran lahan gambut di Langsa ini dilakukan secara intensif agar titik api tidak semakin meluas dan mengancam permukiman warga maupun ekosistem sekitar. Kejadian di Kota Langsa ini menjadi bagian dari rentetan peristiwa yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Kamis (23/4) hingga Jumat (24/4). BNPB mencatat bahwa selain insiden kebakaran akibat kelalaian, mayoritas kejadian darurat saat ini masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi. Baca Juga:  BNPB Catat 23 Bencana dalam Sehari: Banjir Terjang Pulau Jawa hingga Karhutla Riau Meluas Menyikapi rangkaian kejadian yang terjadi di berbagai daerah, BNPB terus mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah tingkat kota maupun kabupaten untuk senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan. Kewaspadaan kolektif sangat dibutuhkan dalam menghadapi potensi ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Masyarakat diinstruksikan untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan, terutama pada siang hari yang panas, serta terus memantau informasi terkini terkait potensi bencana dari lembaga resmi pemerintah. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK