Banjir di Kabupaten Bima Terjang 9 Desa, Ratusan Rumah dan Jembatan Rusak
Faktakalbar.id, BIMA -
Bencana banjir di
Kabupaten Bima
, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menerjang sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 18.00 WITA.
Empat kecamatan yang terdampak parah meliputi Kecamatan Tambora, Wera, Bolo, dan Ambalawi.
Baca Juga:
Laporan Bencana BNPB: Puting Beliung Landa Tapin, 61 KK Terdampak Banjir di Malang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima melaporkan bahwa luapan air bah merendam ratusan bangunan dan merusak sejumlah infrastruktur vital.
Tercatat sebanyak 527 unit rumah warga terendam air beserta lumpur.
Selain permukiman warga, fasilitas publik juga tak luput dari terjangan banjir. BPBD Kabupaten Bima mencatat dua fasilitas pendidikan dan tiga kantor pemerintahan di wilayah terdampak mengalami kerusakan.
Bahkan, derasnya arus banjir dilaporkan memutus akses satu buah jembatan yang menjadi penghubung antarwilayah.
"Pada Sabtu (7/3), banjir telah surut, warga bergotong royong melakukan pembersihan sisa banjir secara mandiri," ungkap laporan resmi dari BPBD Kabupaten Bima.
Menyikapi tingginya intensitas bencana hidrometeorologi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat turut mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan.
Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta untuk terus memantau ketinggian muka air secara berkala.
Baca Juga:
Rentetan Bencana Banjir dan Longsor Landa NTB hingga Jawa, Ini Laporan BNPB
BNPB juga menegaskan agar warga segera melakukan evakuasi mandiri mengikuti jalur penyelamatan yang telah ditetapkan apabila hujan deras kembali turun dalam durasi yang lama. Warga diimbau untuk selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca melalui saluran resmi pemerintah guna meminimalisasi risiko dampak bencana lanjutan.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.