faktakalbar

Banjir di Kabupaten Pasuruan Mulai Berangsur Surut

Penulis: Redaksi Tuesday, 24 February 2026 📖 2 menit
Banjir di Kabupaten Pasuruan Mulai Berangsur Surut
Faktakalbar.id, PASURUAN – Kondisi genangan air akibat bencana banjir di Kabupaten Pasuruan , Provinsi Jawa Timur, dilaporkan mulai berangsur surut secara signifikan pada Senin (23/2/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tinggi muka air di sejumlah wilayah terdampak kini tersisa di kisaran 10 hingga 50 sentimeter. Baca Juga: Rentetan Bencana Banjir dan Longsor Landa NTB hingga Jawa, Ini Laporan BNPB Proses pemulihan pascabanjir terus diintensifkan oleh pemerintah daerah setempat. Beberapa desa yang berada di Kecamatan Winongan dan Kecamatan Kraton bahkan dilaporkan telah terbebas sepenuhnya dari genangan air. Fenomena hidrometeorologi yang melanda wilayah ini sejak pertengahan Februari dipicu oleh meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Wrati dan DAS Rejoso akibat curah hujan yang sangat tinggi. Berdasarkan pendataan terkini dari BNPB untuk periode laporan 23-24 Februari 2026, banjir di Kabupaten Pasuruan ini diperkirakan berdampak langsung pada 2.363 kepala keluarga (KK). Hingga kini, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan lapangan dan mendistribusikan logistik kepada warga terdampak. Penanganan darurat di wilayah tersebut dilaksanakan di bawah payung status tanggap darurat bencana yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah, yang akan berlaku hingga akhir Maret 2026. Langkah administratif ini diambil untuk memastikan seluruh korban terdampak mendapatkan suplai kebutuhan dasar dan pelayanan medis yang memadai selama masa pemulihan. Terkait prakiraan cuaca dua hari ke depan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini bahwa Provinsi Jawa Timur masih berada dalam periode kewaspadaan cuaca ekstrem hingga 26 Februari 2026. Wilayah Pasuruan diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada siang dan sore hari. Baca Juga: Didominasi Banjir dan Cuaca Ekstrem, BNPB Rilis Laporan Bencana Periode 8-9 Februari 2026 Meski air mulai surut, potensi hujan lebat yang disertai kilat serta angin kencang tetap harus diwaspadai, mengingat Jawa Timur masuk dalam kategori wilayah siaga cuaca. Dinamika atmosfer yang dipicu oleh penguatan Monsun Asia berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara masif di sepanjang jalur selatan dan tengah pulau Jawa. Guna meminimalisir dampak risiko susulan, BNPB terus mengimbau masyarakat untuk proaktif memantau informasi cuaca resmi. Masyarakat diminta segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan deras lebih dari satu jam. Langkah pencegahan seperti mematikan aliran listrik utama saat genangan air mulai masuk ke rumah serta kegiatan gotong royong membersihkan saluran air juga sangat dianjurkan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK