Banjir di Kalimantan Barat: Dua Anak Meninggal, Ribuan Jiwa Terdampak
FAKTA GRUP -
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat melaporkan dua korban jiwa akibat banjir yang melanda wilayah tersebut pada awal tahun 2025. Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, mengimbau keluarga terdampak untuk meningkatkan pengawasan terhadap seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak.
"Anak-anak harus selalu dalam pengawasan dan tidak keluar dari tempat yang aman. Banjir bisa menyeret anak kecil yang bermain di luar rumah," jelas Daniel saat memberikan keterangan kepada media terkait kondisi banjir di Kalbar pada Jumat (24/01/2025)
Ia mencontohkan insiden di Kabupaten Sambas, di mana dua korban meninggal akibat kurangnya pengawasan. Salah satu korban adalah balita berusia 11 bulan yang tak sengaja keluar rumah dan terseret arus. Korban kedua adalah anak berusia 11 tahun yang tenggelam saat mandi di tengah banjir.
"Kami berharap para orang tua lebih waspada, terutama terhadap risiko munculnya ular atau hewan buas lainnya yang dapat mengancam keselamatan saat banjir," tambahnya.
Mengenai kondisi banjir terkini, Daniel menyampaikan bahwa Kabupaten Landak telah mengalami banjir sejak 21 Januari 2025. Sebanyak 2.524 Kepala Keluarga (KK) atau 11.776 jiwa terdampak di wilayah ini. Sementara itu, di Kabupaten Bengkayang, terdapat 37 KK atau 129 jiwa yang terdampak, khususnya di Kecamatan Ledo. Di Kabupaten Sambas, tercatat 3.497 KK atau 17.485 jiwa terdampak, dengan dua korban jiwa.
Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Kabupaten Landak, khususnya di Kecamatan Menyuke yang meliputi Desa Darit dan Desa Ansang, serta Kecamatan Menjalin. "Di kedua kecamatan ini, beberapa ruas jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat akibat banjir yang sangat tinggi. Kami mengimbau masyarakat yang hendak bepergian melalui jalur ini, terutama ke arah Bengkayang, agar tetap waspada," tutup Daniel.(amb)
Tag:
#Berita Banjir
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.