Banjir di Kota Tangerang Rendam Permukiman Warga Cipondoh, Puluhan KK Mengungsi
Faktakalbar.id, TANGERANG -
Banjir di Kota
Tangerang
merendam kawasan permukiman penduduk di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 10.10 WIB. Bencana hidrometeorologi basah ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Banten dan sekitarnya sejak pagi hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh genangan air tersebut.
Baca Juga:
Banjir di Morowali Utara Rendam Puluhan Rumah dan Belasan Hektar Sawah Warga
Kondisi debit air yang terus meningkat memaksa puluhan warga untuk segera meninggalkan tempat tinggal mereka dan mencari perlindungan di titik-titik evakuasi yang telah disediakan oleh pemerintah setempat.
Berdasarkan data lapangan, sebanyak 45 KK dievakuasi dan menempati lokasi pengungsian sementara di area Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Sementara itu, 15 KK lainnya mengamankan diri di fasilitas rumah ibadah setempat. Kedua lokasi ini dipilih karena posisinya berada di dataran yang lebih tinggi, diklaim aman dari jangkauan air banjir di Kota Tangerang, dan telah rutin difungsikan sebagai tempat pengungsian darurat setiap kali terjadi luapan.
Menjelang sore hari, volume air yang menggenangi permukiman dilaporkan mulai berangsur surut. Kondisi ini memungkinkan warga yang sebelumnya berada di posko pengungsian untuk kembali ke rumah masing-masing guna membersihkan sisa material lumpur. Meskipun genangan telah surut, petugas BPBD Kota Tangerang tetap bersiaga di lokasi dan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna mengantisipasi potensi hujan susulan.
Baca Juga:
Banjir di Landak Rendam Tiga Desa, Sebanyak 114 Jiwa Terdampak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa kejadian ini merupakan imbas langsung dari periode peralihan musim. Curah hujan yang tinggi ditambah sistem drainase permukiman yang kurang optimal menjadi faktor penentu membesarnya risiko luapan air ke area permukiman padat.
BNPB mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan, terutama memastikan saluran air bebas dari sumbatan sampah. Di tingkat wilayah, pemerintah daerah diminta untuk terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Hal ini mencakup optimalisasi sistem peringatan dini, penyiapan jalur evakuasi warga, serta ketersediaan logistik darurat secara merata.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.