faktakalbar

Banjir di Morowali Utara Rendam Puluhan Rumah dan Belasan Hektar Sawah Warga

Penulis: Redaksi Wednesday, 06 May 2026 📖 2 menit
Banjir di Morowali Utara Rendam Puluhan Rumah dan Belasan Hektar Sawah Warga
Faktakalbar.id, MOROWALI UTARA - Banjir merendam puluhan rumah dan belasan hektar lahan persawahan milik warga di Kecamatan Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Senin (4/5). Bencana hidrometeorologi ini terjadi menyusul turunnya hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah tersebut di tengah masa peralihan musim pancaroba. Baca Juga:  Banjir di Kabupaten Bogor Rendam Ratusan Rumah Imbas Proyek Normalisasi Kali Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) merilis laporan yang menyatakan bahwa peristiwa banjir di Morowali Utara secara spesifik menerjang tiga desa utama di Kecamatan Soyo Jaya. Ketiga wilayah desa yang terdampak luapan air tersebut adalah Desa Tamainusi, Desa Tandayondo, dan Desa Bau. Curah hujan ekstrem dalam rentang waktu yang lama menyebabkan debit air sungai setempat meningkat tajam hingga meluap ke kawasan permukiman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali Utara melaporkan sebanyak 82 orang warga terdampak langsung oleh genangan air ini. Selain berdampak pada warga, BPBD juga mencatat serangkaian kerugian materiil di lokasi kejadian. Sedikitnya 30 unit rumah warga serta satu bangunan fasilitas ibadah dilaporkan terendam genangan. Sektor pertanian masyarakat mengalami kerugian signifikan lantaran 15 hektar lahan persawahan ikut terdampak. Bahkan, sebanyak 2,7 ton bibit padi milik petani dilaporkan hanyut terbawa arus banjir di Morowali Utara tersebut. Memasuki Senin sore, pantauan kondisi debit air di sejumlah wilayah menunjukkan situasi yang bervariasi. Di Desa Tamainusi, air dilaporkan masih bertahan menggenangi permukiman dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Di Desa Tandoyondo, debit air terpantau justru mengalami penambahan. Namun, kondisi membaik terlihat di Desa Bau, di mana genangan banjir dilaporkan telah surut sepenuhnya. Baca Juga:  Banjir di Landak Rendam Tiga Desa, Sebanyak 114 Jiwa Terdampak Merespons rentetan kejadian alam pada masa pancaroba ini, BNPB terus mengeluarkan peringatan keselamatan kepada masyarakat di berbagai wilayah rawan bencana. Warga diminta bersiaga menghadapi ancaman cuaca ekstrem, mulai dari hujan ekstrem, angin kencang, puting beliung, hingga potensi bencana geologi gempabumi. BNPB meminta seluruh elemen warga untuk tetap tanggap dan tidak panik jika bencana terjadi. "Selalu siapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa pantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG," imbau pihak BNPB. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK