faktakalbar

Banjir Halmahera Barat Tewaskan Dua Warga, Ribuan Jiwa Terpaksa Mengungsi

Penulis: Redaksi Thursday, 08 January 2026 📖 2 menit
Banjir Halmahera Barat Tewaskan Dua Warga, Ribuan Jiwa Terpaksa Mengungsi
Faktakalbar.id, HALMAHERA BARAT – Bencana hidrometeorologi berupa banjir Halmahera Barat melanda wilayah Provinsi Maluku Utara pada Rabu (7/1) dini hari. Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak pukul 04.00 WIT mengakibatkan sungai meluap, memutus akses jalan, dan merendam permukiman warga di lima kecamatan. Baca Juga: BNPB Rilis Laporan Terbaru, Banjir di Halmahera Selatan dan Karawang Berangsur Surut Laporan terkini mencatat dampak serius dari peristiwa ini, yakni dua orang warga dilaporkan meninggal dunia di Desa Soasio, Kecamatan Loloda. Selain korban jiwa, banjir juga memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. Wilayah Terdampak dan Kerusakan Fisik Data lapangan menunjukkan banjir menerjang lima kecamatan yang mencakup sembilan desa. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Ibu (Desa Gamlamo, Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal, dan Gamici), Kecamatan Sahu Timur (Desa Gamoneng), Kecamatan Tabaru (Desa Duomo dan Goin), Kecamatan Ibu Selatan (Desa Talaga), serta Kecamatan Loloda (Desa Soasio). Kerugian materiil akibat banjir Halmahera Barat ini tergolong besar. Sebanyak 726 kepala keluarga atau sekitar 3.444 jiwa terdampak langsung. Kerusakan infrastruktur hunian tercatat sebanyak 726 unit rumah terdampak. Rincian kerusakan bangunan meliputi 34 unit rumah rusak berat, 3 unit rumah rusak sedang, dan 286 unit rumah rusak ringan. Selain itu, satu unit ruko juga dilaporkan mengalami kerusakan berat. Penanganan Darurat dan Kebutuhan Pengungsi Sebanyak 1.500 jiwa kini harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Titik pengungsian tersebar di rumah kerabat yang tidak terdampak, gedung sekolah SD Tongute Ternate, serta Balai Desa Tongute Ternate Asal. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat bersama TNI, Polri, Dinas Sosial, dan Basarnas terus melakukan evakuasi dan asesmen. Bantuan awal berupa satu ton beras dan 500 dus mi instan telah disalurkan. Namun, kebutuhan logistik di lapangan masih sangat tinggi. Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi tenda, terpal, matras, makanan siap saji, sembako, paket perlengkapan bayi, selimut, family kit , serta alat kebersihan. Pemerintah daerah didorong untuk segera menetapkan status tanggap darurat guna mempercepat proses pemulihan, mengingat jaringan listrik dan komunikasi di beberapa lokasi masih terputus. Baca Juga: Banjir Terjang Lima Kecamatan di Halmahera Selatan, Ribuan Warga Mengungsi Potensi Cuaca Ekstrem Lanjutan Meski genangan air di sebagian wilayah mulai surut, ancaman belum berakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga pekan depan. "Potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung di wilayah Halmahera Barat pada periode 5–11 Januari 2026," bunyi laporan prakiraan cuaca setempat. Merespons kondisi ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tetap waspada. "Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Halmahera Barat, khususnya yang berada di wilayah rawan banjir, agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga. Warga diminta menghindari daerah rawan, segera mengungsi ke tempat aman apabila kondisi memburuk," demikian pernyataan resmi BNPB. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK