faktakalbar

Banjir Lombok Tengah Rendam 150 Rumah Warga

Penulis: Redaksi Friday, 27 February 2026 📖 2 menit
Banjir Lombok Tengah Rendam 150 Rumah Warga
Faktakalbar.id, NASIOANAL - Bencana alam cuaca ekstrem dan banjir Lombok Tengah menerjang Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (26/2). Baca Juga: BNPB Catat Ribuan Rumah Terendam Banjir di NTB, Jawa Timur, dan Jawa Tengah Sekitar 150 unit rumah warga terendam air sejak pukul 06.30 pagi waktu setempat akibat tingginya intensitas curah hujan di wilayah tersebut. "Banjir dipicu hujan deras yang terjadi di wilayah tersebut sejak pagi hari," tulis laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdasarkan data dari BPBD Provinsi NTB, Jumat (27/2/2026). Merespons banjir Lombok Tengah tersebut, BPBD setempat segera menerjunkan tim untuk melakukan asesmen kerusakan ke wilayah terdampak serta mendistribusikan kebutuhan logistik dasar bagi warga. BPBD juga meminta warga untuk bersiaga penuh terhadap potensi munculnya bencana hidrometeorologi susulan dalam waktu dekat. Sebagai langkah mitigasi yang lebih luas, pemerintah Provinsi NTB sebelumnya telah mengambil keputusan strategis. Status tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di seluruh Provinsi NTB telah resmi ditetapkan selama 90 hari, terhitung sejak 19 Januari hingga 18 April 2026. Hal ini dilakukan demi mempercepat proses penanganan setiap musibah yang muncul. Baca Juga: Rentetan Bencana Banjir dan Longsor Landa NTB hingga Jawa, Ini Laporan BNPB Berdasarkan prakiraan cuaca BNPB dalam sepekan ke depan, hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem masih mengancam wilayah NTB, beserta daerah lain seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Terbukti, bencana banjir di waktu yang sama juga merendam belasan ribu jiwa di Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, hingga merenggut nyawa satu orang balita. Di Jawa Timur, angin kencang turut merusak belasan rumah warga di Kabupaten Sumenep. "Menyikapi potensi bencana hidrometeorologi tersebut, masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan," pesan pihak BNPB. "Apabila terjadi hujan lebat lebih dari satu jam maka masyarakat diimbau untuk evakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman. Jauhi pepohonan, tiang, serta bangunan yang mudah roboh jika terjadi angin kencang," tutup pedoman keamanan BNPB. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK