faktakalbar

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Semarang dan Cuaca Ekstrem Pemalang Telan Dua Korban Jiwa

Penulis: Redaksi Monday, 16 March 2026 📖 2 menit
Banjir Rendam Ratusan Rumah di Semarang dan Cuaca Ekstrem Pemalang Telan Dua Korban Jiwa
Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam laporan terkait serangkaian bencana yang melanda beberapa wilayah di Indonesia dalam kurun waktu 14 hingga 15 Maret 2026. Laporan tersebut mencatat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) , banjir bandang, hingga cuaca ekstrem yang memicu korban jiwa. Di Sumatra Utara, kebakaran lahan seluas lima hektare melanda Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kuala Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara pada Jumat (13/3/2026). Lahan yang terbakar merupakan area perkebunan kelapa sawit dan karet. Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat 15 Maret: Waspada Hujan, Angin Kencang, dan Karhutla BPBD setempat melaporkan bahwa api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu (14/3/2026) setelah dilakukan penanganan bersama aparat terkait. Sementara itu, wilayah Jawa Tengah menghadapi dampak curah hujan tinggi. Di Kota Semarang, luapan Sungai Kreo pada Sabtu sore merendam sedikitnya 303 unit rumah warga. Meski air dilaporkan mulai surut, petugas BPBD masih melakukan kaji cepat dan pendistribusian logistik. Pembersihan material sisa banjir dijadwalkan berlangsung pada hari ini, Minggu (15/3/2026). Bencana cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Pemalang pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Hujan deras yang disertai angin kencang di Desa Bantarbolang mengakibatkan dua warga meninggal dunia. “BPBD Kabupaten Pemalang melaporkan dua warga meninggal dunia. Korban tersebut telah dibawa ke rumah sakit daerah,” tulis laporan resmi BNPB tersebut. Menyikapi rentetan kejadian ini, BNPB memberikan imbauan teknis terkait peningkatan kesiapsiagaan di tingkat daerah maupun masyarakat. “Semua pihak perlu meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan beberapa hal, seperti patroli dan sosialisasi bersama masyarakat mengenai bahaya karhutla sebagai upaya pencegahan dini, dan penyiapan personel beserta peralatan dan perlengkapannya,” ungkap BNPB dalam rilisnya. Selain karhutla, otoritas penanggulangan bencana mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi pohon tumbang dan struktur bangunan yang tidak kokoh saat terjadi hujan angin. “Jika terjadi hujan yang disertai dengan angin kencang, warga diharapkan dapat berlindung di dalam rumah atau bangunan yang kokoh, jangan berlindung di bawah pohon atau pun papan reklame dan baliho karena berpotensi roboh diterjang angin kencang,” tambahnya. Baca Juga:  WALHI Catat 1.316 Titik Panas Karhutla di Kalbar Sepanjang Februari 2026 (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK