faktakalbar

Banjir Rob Meluas di Seponti, Enam Desa Terendam dan Warga Diminta Siaga Puncak Pasang

Penulis: Redaksi Tuesday, 09 December 2025 📖 2 menit
Banjir Rob Meluas di Seponti, Enam Desa Terendam dan Warga Diminta Siaga Puncak Pasang
Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – Fenomena pasang air laut atau banjir rob kembali menerjang kawasan pesisir Kabupaten Kayong Utara. Kali ini, dampaknya dirasakan cukup luas di Kecamatan Seponti, di mana enam desa dilaporkan tergenang air pada Senin (8/12/2025) siang. Air pasang mulai naik dan menggenangi permukiman warga sejak pukul 09.00 WIB dan mencapai puncaknya sekitar pukul 12.00 WIB. Kenaikan debit air ini dipicu oleh dorongan air laut yang kuat, menyebabkan air sungai di wilayah Seponti meluap ke daratan. Baca Juga:  Solidaritas dari Kalimantan: Polres Kayong Utara Gelar Shalat Ghaib untuk 836 Korban Banjir Sumatra Adapun enam desa yang terdampak fenomena tahunan ini meliputi Desa Seponti Podorukun, Desa Wonorejo, Desa Seponti Jaya, Desa Telaga Arum, Desa Sungai Sepeti, dan Desa Durian Sebatang. Dampak di Lapangan Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air tidak hanya menutup sejumlah akses jalan, tetapi juga mulai masuk ke dalam rumah warga. Di Desa Podorukun dan Desa Durian Sebatang, khususnya rumah-rumah yang berada di bantaran sungai, ketinggian air di dalam rumah dilaporkan mencapai 10 sentimeter. Akses menuju Dermaga Seponti Jaya juga dilaporkan terendam dengan ketinggian air berada di atas permukaan jalan, yang sempat menghambat mobilitas warga setempat. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan materiil yang signifikan maupun warga yang harus mengungsi. Peringatan Dini BMKG: Puncak Pasang  Warga Seponti dan sekitarnya diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dalam 24 jam ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kayong Utara telah merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Diprediksi, ketinggian pasang maksimum justru baru akan terjadi pada Selasa (9/12/2025), mulai pagi hingga siang hari. Situasi ini berpotensi semakin parah karena wilayah pesisir seperti Seponti, Sukadana, dan Simpang Hilir diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain ancaman banjir, para nelayan dan pengguna transportasi air juga diimbau untuk berhati-hati. Gelombang di perairan pesisir Kayong Utara diprediksi bisa mencapai ketinggian 1,5 hingga 2 meter akibat cuaca yang fluktuatif ini. Antisipasi Lingkungan Selain faktor alam, kondisi lingkungan di sekitar wilayah Seponti juga menjadi sorotan di tengah bencana hidrometeorologi ini. Keberadaan aktivitas perusahaan perkebunan di sekitar wilayah tersebut menjadi perhatian, mengingat perubahan bentang alam seringkali dikaitkan dengan penurunan daya serap tanah yang memperparah dampak banjir rob. Pihak berwenang setempat terus melakukan monitoring di titik-titik rawan. Warga diimbau untuk segera mengamankan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi dan menghubungi layanan darurat 110 jika kondisi air meningkat drastis secara tiba-tiba. Baca Juga:  Mendagri Warning Cuaca Ekstrem, Romi Wijaya ‘Rapatkan Barisan’ Forkopimda Kayong Utara Jelang Nataru (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK