Bank Kalbar Catat Kinerja Positif, Dividen Tembus Rp1,3 Triliun
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Bank Kalbar
terus menunjukkan kinerja positif di tengah evaluasi rutin yang dilakukan oleh
DPRD Provinsi Kalimantan Barat
.
Baca Juga:
Bank Kalbar Salurkan Bantuan untuk Guru Ngaji Korban Kebakaran di Sambas
Dalam rapat mitra kerja bersama Komisi III DPRD Kalbar pada Selasa (15/07/2025), disampaikan bahwa aset, laba bersih, dan kontribusi dividen Bank Kalbar terus meningkat signifikan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalbar, Sueb, menjelaskan bahwa per Juni 2025, aset Bank Kalbar telah mencapai Rp24,5 triliun, naik 4,6% dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp23,4 triliun.
Kinerja ini dinilai mencerminkan konsistensi pertumbuhan bank milik masyarakat Kalbar tersebut.
Selain pertumbuhan aset, kredit dan pembiayaan Bank Kalbar juga naik sebesar 7,04% dalam periode yang sama, dengan peningkatan mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Laba bersih juga tumbuh 7,73% atau setara Rp258 miliar.
Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, Bank Kalbar telah menyumbangkan dividen sebesar Rp1,349 triliun kepada Pemerintah Provinsi Kalbar.
Hingga Juni 2025, total penyertaan modal Pemprov di Bank Kalbar mencapai Rp871,327 miliar. Jika digabungkan dengan seluruh penyertaan modal dari pemerintah daerah di Kalbar, totalnya mencapai Rp1,768 triliun.
Baca Juga:
Bank Kalbar Salurkan Bantuan untuk Guru Ngaji Korban Kebakaran di Sambas
“
Artinya, persentase pengembalian dari penyertaan modal yang diberikan kepada Bank Kalbar sudah mencapai 154,86%. Ini angka yang sangat bagus
,” kata Sueb.
Meski kinerjanya diapresiasi, DPRD meminta Bank Kalbar menyusun target kinerja tahunan secara lebih rinci agar evaluasi per triwulan dapat dilakukan lebih sistematis.
Sueb juga menekankan pentingnya koordinasi intensif dengan Bank Indonesia Kalimantan Barat, untuk mengatasi kendala regulasi yang dihadapi Bank Kalbar.
Bank Kalbar juga masuk nominasi enam besar nasional dalam pelaporan keuangan dan kinerja perbankan daerah terbaik.
Capaian ini dinilai membuktikan keunggulan manajemen dan akuntabilitas Bank Kalbar di tingkat nasional.
“
Ketika APBD Provinsi Kalimantan Barat mendapatkan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), itu juga tidak terlepas dari kinerja keuangan dan pelaporan yang baik dari Bank Kalbar
,” pungkas Sueb.
DPRD Kalbar dalam waktu dekat akan menetapkan tambahan penyertaan modal Pemprov sebesar Rp50 miliar.
Dengan demikian, total penyertaan modal dari Pemprov akan mencapai sekitar Rp1,8 triliun.
Dengan pertumbuhan berkelanjutan dan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, Bank Kalbar dinilai mampu menjadi pendorong utama pembangunan ekonomi di Kalimantan Barat.
(fd)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.