Bank Kalbar Kubu Raya Salurkan BSPS Rp20 Juta/Penerima, Percepat Pengentasan Kemiskinan di Wilayah Pesisir
Faktakalbar.id, KUBU RAYA
– Bank Kalbar Cabang Kubu Raya kembali menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Bank Kalbar dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(PUPR)
untuk Tahun Anggaran
2025
.
Acara serah-terima buku tabungan kepada penerima BSPS dilaksanakan di tiga lokasi:
Desa Kapur
, Desa Kuala Mandor B, dan
Desa Padi Jaya
, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (12/11/2025)
Melalui program BSPS ini, setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan senilai
Rp20 juta
. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan maupun perbaikan rumah, dengan tujuan utama mewujudkan hunian yang lebih sehat, aman, dan layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Penyaluran dana dilakukan langsung oleh Pincapem
Parit Baru
dan Kepala Kantor Kas Ambawang. Mereka memastikan bantuan disalurkan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas agar dana benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Baca Juga:
Bank Kalbar dan Kanwil Kemenkum Teken PKS, Buka Peluang Kekayaan Intelektual Jadi Agunan Kredit UMKM
Kontribusi Nyata Bank Daerah untuk Kesejahteraan
Program BSPS bukan hanya sekadar perbaikan fisik rumah, tetapi juga upaya kolaboratif untuk mendorong partisipasi swadaya masyarakat dan meningkatkan kesehatan lingkungan, yang secara tidak langsung berdampak pada penurunan angka
stunting
di kawasan pesisir.
Sebagai bank pembangunan daerah, penyaluran BSPS ini menjadi bukti nyata kontribusi Bank Kalbar dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk:
Mempercepat pengentasan kemiskinan.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Kalimantan Barat.
Direksi Bank Kalbar menyampaikan bahwa program serupa juga telah sukses berjalan di kabupaten lain seperti Pontianak dan Mempawah.
Bank Kalbar bertekad terus memperkuat perannya sebagai mitra terpercaya dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui berbagai program inklusif, termasuk pembiayaan mikro dan dukungan UMKM.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.