faktakalbar

Banyak Ikan Sapu-Sapu Tanda Sungai Tercemar Berat

Penulis: Redaksi Thursday, 22 January 2026 📖 1 menit
Banyak Ikan Sapu-Sapu Tanda Sungai Tercemar Berat
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Masyarakat sering melihat ikan sapu-sapu memenuhi sungai-sungai di area perkotaan. Ahli lingkungan menyebut fenomena ledakan populasi ikan ini sebagai alarm bahaya bagi kesehatan perairan. Para peneliti menjadikan ikan sapu-sapu ( Pterygoplichthys pardalis ) sebagai indikator pencemaran. Berikut adalah alasan mengapa dominasi ikan ini menandakan kondisi sungai sedang sakit parah: Baca Juga:  Cegah Kecelakaan Laut, Sat Polairud Polres Ketapang Gencarkan Patroli Perairan di Sungai Pawan 1. Memakan Limbah Organik Ikan sapu-sapu hidup subur di perairan yang penuh limbah rumah tangga atau industri. Ikan ini memakan alga, kotoran, dan sisa bahan organik yang melimpah di air keruh. Akibatnya, populasi mereka meledak hingga menguasai 80-90 persen isi sungai tersebut. 2. Bernapas Tanpa Oksigen Air Limbah busuk membuat kadar oksigen dalam air menurun drastis. Kondisi ini membunuh jenis ikan lain yang membutuhkan air bersih. Namun, ikan sapu-sapu memiliki organ tambahan bernama labirin. Organ ini memungkinkan mereka menghirup oksigen langsung dari udara, sehingga mereka tetap bertahan hidup di lingkungan yang sangat buruk. 3. Menyerap Racun Logam Berat Sebagai pemakan dasar sungai ( bottom feeder ), ikan sapu-sapu menelan endapan polutan setiap hari. Tubuh mereka menyerap logam berat berbahaya seperti merkuri, timbal, dan arsenik. Hal ini membuat daging ikan sapu-sapu dari sungai kotor sangat berbahaya bagi manusia yang mengonsumsinya. Baca Juga:  Resahkan Petugas Kebersihan, Temuan Sampah Darah di Sungai Singkawang Dilaporkan ke Polisi 4. Menggantikan Ikan Asli Dominasi sapu-sapu menunjukkan bahwa ekosistem sungai telah rusak. Predator alami ikan ini mati atau pergi karena tidak kuat menahan polusi air. Tanpa adanya pemangsa, ikan sapu-sapu berkembang biak tanpa kendali dan menyingkirkan spesies ikan lokal. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK