faktakalbar

BBM Eceran Tembus Rp 25 Ribu, BEM se-Kalbar Desak Tindak Tegas Penimbun dan Atasi Panic Buying

Penulis: Redaksi Sunday, 22 March 2026 📖 1 menit
BBM Eceran Tembus Rp 25 Ribu, BEM se-Kalbar Desak Tindak Tegas Penimbun dan Atasi Panic Buying
Faktakalbar.id, PONTIANAK — Forum Koordinasi BEM se-Kalimantan Barat menyampaikan keprihatinan mendalam terkait karut-marut distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang dan lonjakan harga eceran hingga mencapai Rp 25.000 per liter di berbagai daerah. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kegagalan sistem distribusi yang tidak berjalan optimal. Koordinator Pusat Forum Koordinasi BEM se-Kalimantan Barat, Syariful Hidayatullah, menyoroti lemahnya pengawasan yang memicu terjadinya fenomena panic buying di tengah masyarakat. "Kondisi ini juga memicu panic buying di tengah masyarakat. Banyak warga yang akhirnya membeli BBM secara berlebihan karena takut kehabisan. Hal ini wajar secara psikologis, tapi kalau terus dibiarkan justru memperparah keadaan dan BBM jadi semakin cepat habis serta antrian semakin panjang," ujar Syariful dalam pernyataan resminya, Jumat (20/3). Baca Juga:  Antrean BBM Mengular di Pontianak, BEM SEKA Kalbar Desak Pemerintah Bertindak Nyata Melihat eskalasi keresahan warga, Forum Koordinasi BEM se-Kalbar mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret. Ada tiga poin tuntutan utama yang ditegaskan, yakni penindakan tegas terhadap oknum penimbun atau praktik ilegal, jaminan ketersediaan BBM yang merata dan adil, serta edukasi kepada masyarakat guna meredam kepanikan. Syariful menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya solusi nyata yang melampaui sekadar pernyataan di media. "Kami ingin menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jika tidak ada langkah nyata dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin keresahan masyarakat akan semakin meluas," tegasnya. Pihak BEM se-Kalbar menyatakan akan terus mengawal perkembangan isu ini di lapangan. Syariful juga memberikan peringatan mengenai potensi adanya langkah lanjutan jika pemerintah tidak segera menormalisasi kondisi distribusi energi di wilayah Kalimantan Barat. "Forum Koordinasi BEM se-Kalimantan Barat akan terus mengawal isu ini dan tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah lanjutan sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat," tutup Syariful Hidayatullah. Baca Juga:  Mahasiswa Se-Kalimantan Barat Gelar Aksi di DPRD Provinsi, Sampaikan Delapan Tuntutan (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK