BBM vs Listrik: Mana yang Lebih Murah di Tahun 2026?
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Kehadiran
kendaraan listrik
(EV) di Indonesia
semakin
memberikan pilihan baru bagi konsumen selain kendaraan konvensional berbasis Bahan Bakar
Minyak
(BBM).
Perbandingan biaya operasional antara keduanya menjadi faktor penentu utama bagi masyarakat dalam memilih moda transportasi harian.
Data teknis menunjukkan efisiensi konsumsi energi yang berbeda antara mesin pembakaran dalam (
Internal Combustion Engine
) dan motor listrik.
Baca Juga:
Jangan Asal Pilih! Ini Cara Tentukan Oktan BBM Mesinmu
Mobil bensin rata-rata menempuh jarak 10 hingga 12 kilometer per liter BBM. Sementara itu, mobil listrik mampu menempuh jarak sekitar 7 kilometer untuk setiap 1 kilowatt-hour (kWh) daya baterai.
Dengan harga listrik per kWh yang lebih rendah daripada harga satu liter BBM, biaya per kilometer kendaraan listrik tercatat lebih ekonomis.
Biaya Perawatan Berkala Mesin
Kendaraan BBM memerlukan perawatan rutin yang lebih kompleks karena memiliki lebih banyak komponen bergerak.
Pemilik harus mengganti oli mesin, filter udara, busi, hingga sabuk penggerak (
belt
) secara berkala. Sebaliknya, kendaraan listrik memiliki komponen mekanis yang jauh lebih sedikit.
Mesin EV tidak memerlukan penggantian oli mesin atau pembersihan sistem pembuangan, sehingga biaya servis jangka panjang cenderung lebih rendah.
Infrastruktur Pengisian Daya di Kalbar
Pemerintah terus memperbanyak titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah Kalimantan Barat.
Meskipun jumlahnya belum sebanyak SPBU, pertumbuhan infrastruktur ini meningkatkan aksesibilitas bagi pengguna EV.
Di sisi lain, kemudahan pengisian daya di rumah menjadi keunggulan tersendiri bagi pemilik kendaraan listrik dibandingkan kendaraan BBM yang harus mengantre di SPBU.
Baca Juga:
Salah Kaprah! Cek Kebiasaan Isi BBM yang Merusak Mesin
Nilai Investasi dan Harga Jual Kembali
Harga beli awal kendaraan listrik saat ini masih lebih tinggi daripada kendaraan BBM sekelasnya karena biaya produksi baterai yang besar.
Namun, berbagai insentif pajak dari pemerintah membantu menekan selisih harga tersebut.
Konsumen kini mulai mempertimbangkan nilai investasi jangka panjang, di mana penghematan biaya bahan bakar dan perawatan dapat menutup selisih harga beli awal dalam beberapa tahun pemakaian.
(*Sr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.