faktakalbar

Bea Cukai Sintete Musnahkan Rokok dan Pakaian Bekas Asal Malaysia

Penulis: Redaksi Saturday, 29 June 2024 📖 1 menit
Bea Cukai Sintete Musnahkan Rokok dan Pakaian Bekas Asal Malaysia
SAMBAS- Bea Cukai Sintete bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat melaksanakan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) berupa 95.440 batang rokok dan pakaian bekas ilegal asal Malaysia. Jumat (28/6) di halaman kantor Bea Cukai Sintete.   Barang-barang yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan pelanggaran kepabeanan dan cukai dari periode April 2023 hingga April 2024. Kepala Bea Cukai Sintete, Teguh Imam Subagyo, menjelaskan bahwa barang-barang tersebut berasal dari penindakan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk serta operasi pasar di wilayah kerja Bea Cukai Sintete yang mencakup Singkawang, Sambas, dan sebagian Bengkayang.   “Barang yang dimusnahkan ini telah mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Barang-barang tersebut termasuk elektronik, pakaian bekas, obat-obatan, mesin, racun tanaman, alat bangunan, senjata tajam, rokok, dan minuman keras yang kena cukai,” jelas Teguh Imam Subagyo.   Total nilai barang kena cukai yang dimusnahkan mencapai Rp 204.480.510,- dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 184.892.647. Adapun jenis pelanggaran yang terjadi di bidang cukai adalah penyelundupan rokok sebanyak 95.440 batang, dengan nilai sebesar Rp. 133.173.720,- dan potensi kerugian negara sebesar Rp. 90.401.344,-.   “Total nilai barang dari seluruh pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai adalah 337.654.230 rupiah, dengan potensi kerugian negara dua ratus tujuh puluh lima juta dua ratus sembilan puluh tiga ribu sembilan ratus sembilan puluh satu rupiah,” ungkap Teguh Imam Subagyo.   Acara pemusnahan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, seperti dari Polri,TNI dan kejaksaan.(ro)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK