BEI Dorong Bank Kalbar Melantai di Bursa, Potensi Imbal Hasil 14 Persen Jadi Daya Tarik Investor
Faktakalbar.id, PONTIANAK
- Kantor Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Barat secara terbuka mendorong perusahaan-perusahaan lokal, khususnya Bank Kalbar, untuk segera mengambil langkah penawaran saham perdana atau
Initial Public Offering
(IPO)
.
Plh Kepala Wilayah BEI Kalbar,
Ardhy Anto
, menegaskan bahwa pasar modal merupakan peluang strategis bagi perusahaan daerah untuk memperkuat struktur permodalan.
Meskipun saat ini Bank Kalbar belum memiliki rencana resmi, pihak BEI menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan asistensi teknis jika bank pembangunan daerah tersebut memutuskan untuk
go public
.
“Bank Kalbar sejauh ini memang belum ada rencana IPO. Namun begitu, apabila Bank Kalbar siap, tentu kami akan menyambut baik,” ungkap Ardhy Anto, Selasa (10/2).
Baca Juga:
Bank Kalbar Perkuat Komitmen Bangun Ketapang: Siap Dukung Penataan Kota hingga Pemberdayaan UMKM
Optimisme terhadap rencana IPO ini didukung kuat oleh kinerja keuangan Bank Kalbar yang terus menunjukkan tren positif. Direktur Utama Bank Kalbar,
Rokidi
, mengungkapkan bahwa investasi di Bank Kalbar saat ini sangat menjanjikan dengan imbal hasil atau
return
mencapai sekitar
14 persen
bagi para pemegang saham, yang dinilai jauh lebih menguntungkan dibandingkan instrumen seperti deposito.
“Artinya, investasi di Bank Kalbar sangat menguntungkan. Semakin besar investasi, semakin besar saham, maka semakin tinggi pula
return
yang diperoleh,” jelas Rokidi.
Ia meyakini bahwa dengan performa keuangan yang solid, saham Bank Kalbar akan sangat diminati oleh investor publik jika pemerintah daerah memberikan izin. “Pasti banyak yang beli,” tegasnya.
Dorongan dari BEI ini juga sejalan dengan meningkatnya gairah pasar modal di Kalimantan Barat pada tahun 2026. Selain sektor perbankan, tercatat ada sekitar tiga perusahaan potensial lainnya di wilayah ini yang sedang dalam proses persiapan untuk masuk ke pasar modal.
Baca Juga:
Bank Kalbar Siapkan Rp1 Triliun untuk KUR 2026, Cek Kategori dan Syarat Lengkapnya
Ardhy Anto
berharap Bank Kalbar dapat mengikuti jejak bank pembangunan daerah lain yang telah lebih dulu melantai di bursa, seperti Bank Jawa Barat dan Bank Jawa Timur.
Dengan potensi keuntungan yang tinggi dan dukungan asistensi dari BEI, langkah Bank Kalbar untuk menjadi perusahaan terbuka diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memberikan akses investasi yang lebih luas bagi masyarakat.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.