Belasan Desa di Nunukan Terisolasi Imbas Akses Jalan Putus Tertimbun Longsor
Bencana tanah longsor memutus akses jalan penghubung utama antara Kecamatan Krayan Barat dan Kecamatan Krayan Selatan di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Peristiwa kebencanaan yang terjadi sejak awal Juli tersebut mengakibatkan perputar…
Bencana tanah longsor memutus akses jalan penghubung utama antara Kecamatan Krayan Barat dan Kecamatan Krayan Selatan di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.
Peristiwa kebencanaan yang terjadi sejak awal Juli tersebut mengakibatkan perputaran roda ekonomi serta mobilitas sosial ribuan warga setempat lumpuh total.
Pusat pemantauan penanggulangan bencana nasional mencatat sebanyak 13 desa di wilayah pedalaman tersebut kini dalam kondisi terisolasi.
Belasan desa yang terdampak meliputi Desa Long Pa’sia, Liang Lunuk, Long Budung, Pa’ Dalan, Pa’ Urang, Pa’tera, Pa’ Sing, Long Pupung, Pa’ Upan, Long Birar, Pa’ Kaber, Pa’ Amai, dan Pa’ Ibang.
Total populasi penduduk yang terkurung dan tidak bisa keluar wilayah akibat bencana ini mencapai 460 kepala keluarga atau sekitar 1.507 jiwa.
Selain melumpuhkan sektor transportasi darat, bencana alam ini juga berdampak parah pada distribusi pasokan energi ke rumah-rumah warga di belasan desa tersebut.
Aliran listrik dari jaringan negara di kawasan terdampak kini hanya dapat menyala dan beroperasi selama empat jam setiap hari mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WITA.
Pemerintah Kabupaten Nunukan secara resmi telah menetapkan status tanggap darurat bencana daerah terhitung mulai tanggal 15 hingga 28 Juli 2026.
Upaya penanganan darurat imbas kejadian tanah longsor memutus akses logistik ini terus dilakukan oleh instansi terkait dengan mengerahkan alat berat guna menyingkirkan material.
Proses pendataan lanjutan terhadap warga terdampak masih berlangsung guna memastikan distribusi bantuan logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar benar-benar tepat sasaran.
Sementara itu, bencana hidrometeorologi lainnya berupa banjir turut melanda wilayah Desa Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, pada Jumat (17/7/2026).
Luapan air bah merendam sedikitnya 200 unit rumah warga dan berdampak langsung pada kelangsungan hidup 200 kepala keluarga di kawasan tersebut.
Kondisi genangan air saat ini dilaporkan sudah mulai berangsur surut, namun aparat pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan terkait total kerugian materiil para korban.
Prakiraan otoritas cuaca menyebut potensi hujan berpeluang turun secara tiba-tiba di kawasan perbukitan sehingga warga di lereng labil diminta terus bersiaga terhadap potensi pergerakan tanah susulan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.