faktakalbar

Belum Ada Kasus Virus Nipah, Edi Kamtono Minta Warga dan RS Tetap Siaga

Penulis: Redaksi Friday, 06 February 2026 📖 1 menit
Belum Ada Kasus Virus Nipah, Edi Kamtono Minta Warga dan RS Tetap Siaga
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono , angkat bicara terkait kekhawatiran penyebaran virus Nipah yang menjadi isu kesehatan belakangan ini. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus konfirmasi virus tersebut di wilayah Kota Pontianak. Hal ini disampaikan Edi usai menghadiri Grand Opening Pusaka Minang & Garagara Coffee di Jalan Gusti Hamzah, Kamis (5/2/2026). "Informasi virus Nipah yang saya dapatkan dari Kementerian Kesehatan belum terdapat kasusnya (di Pontianak)," ujar Edi. Meski belum ada temuan kasus, Edi menginstruksikan seluruh jajaran Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit di Kota Pontianak untuk tetap dalam kondisi siaga. Baca Juga:  Waspada Virus Nipah, RSUD SSMA Pontianak Edukasi Warga Kenali Gejala Sejak Dini Tenaga medis diminta proaktif memantau pasien yang menunjukkan gejala-gejala klinis yang mengarah pada infeksi virus tersebut. "Kita minta tetap siaga, terutama terhadap gejala-gejala virus tersebut yang kita ketahui itu semacam flu. Kita juga masih harus tetap berhati-hati," tegasnya. Edi mengimbau masyarakat untuk segera mengakses fasilitas kesehatan jika merasakan gangguan kesehatan yang mencurigakan. Deteksi dini dianggap krusial untuk penanganan dan penelitian lebih lanjut. "Kalau ada warga, keluarganya, atau mereka sendiri yang mengalami gejala-gejala seperti itu, segera datang ke pusat kesehatan. Mulai dari Puskesmas, Rumah Sakit, dan mungkin dokter terdekat untuk dilakukan pengobatan," imbaunya. Perketat Pengawasan Hewan Ternak Terkait jalur penularan, Edi menyoroti potensi penyebaran melalui hewan inang seperti kelelawar dan babi. Menurutnya, konsumsi kelelawar di Pontianak tergolong minim, sehingga fokus pengawasan diarahkan pada komoditas daging babi yang konsumsinya cukup tinggi. "Kalau penularannya melalui daging babi dan kelelawar, sepertinya (konsumsi) kelelawar di Kota Pontianak tidak ada. Tapi kalau daging babi kan cukup banyak," jelas Edi. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota melalui Dinas Pertanian telah melakukan pemeriksaan ketat untuk memastikan keamanan daging yang beredar di masyarakat. "Jajaran Dinas Pertanian kita juga sudah melakukan upaya untuk memastikan daging ini sehat, terutama di tempat pemotongan hewan dan di pasar-pasar. Warga juga harus waspada," pungkasnya. Baca Juga:  Dinkes Pontianak Pastikan Belum Ada Temuan Kasus Virus Nipah, Pengawasan Diperketat (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK