faktakalbar

Belum Ada Tindak Lanjut Kasus PIP di Sambas, KMKS Desak Aparat Bergerak

Penulis: Redaksi Friday, 25 April 2025 📖 1 menit
Belum Ada Tindak Lanjut Kasus PIP di Sambas, KMKS Desak Aparat Bergerak
Faktakalbar.id, SAMBAS - Ketua Keluarga Mahasiswa Kalimantan Sambas (KMKS), Dimas Yosa Ananda, mengungkapkan kekecewaannya atas belum adanya perkembangan terkait laporan dugaan penyimpangan dalam Program Indonesia Pintar ( PIP ) yang sebelumnya telah dilayangkan ke Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat. "Sejauh ini, belum ada tindak lanjut yang jelas. Perwakilan dari aliansi mahasiswa di Pontianak sudah menyerahkan laporan ke Kejati Kalbar, namun hingga kini masih belum ada respon," ujarnya pada Kamis (25/4/2025). Baca Juga: Dugaan Pemotongan Dana PIP di Sambas Masih Diselidiki, Polisi: Tetap Jalan Kasusnya Dimas juga menyoroti sikap DPRD Sambas yang dinilainya tidak menunjukkan keseriusan dalam menanggapi tuntutan massa aksi. “Saat aksi berlangsung di Sambas, rekan-rekan sudah memberi tenggat waktu 7x24 jam. Tapi tidak satu pun anggota dewan yang menunjukkan itikad untuk menindaklanjuti atau memfasilitasi tuntutan kami,” tegasnya. Tak hanya lembaga legislatif, aparat penegak hukum setempat pun turut disorot. Menurut Dimas, baik kepolisian maupun kejaksaan di wilayah Sambas tampak tidak memberikan respons. “Kami heran dengan sikap diam dari polisi dan jaksa di daerah ini. Tidak jelas apa yang menyebabkan mereka bungkam,” tambahnya. Lebih lanjut, Dimas mengatakan bahwa pasca aksi unjuk rasa, justru semakin banyak temuan baru yang bermunculan. Ia mendesak aparat hukum untuk segera mengambil langkah konkret atas berbagai temuan tersebut. "Kami minta aparat segera turun tangan dan jangan terus-terusan diam," pungkasnya. (DNS) Baca Juga: Pemotongan Dana PIP di SMP 3 Teluk Keramat Capai Rp 350 Ribu Per Siswa, Polres Sambas Bergerak Cepat

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK