Benarkah Orang Suka Begadang Lebih Pintar? Ini Penjelasannya
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Anggapan bahwa orang suka begadang memiliki kecerdasan di atas rata-rata sering kita dengar di masyarakat. Banyak yang meyakini bahwa mereka yang aktif di malam hari (
night owls
) lebih kreatif dan jenius dibandingkan mereka yang bangun pagi (
morning person
). Lantas, apakah hal ini fakta atau sekadar mitos?
Secara alami, tubuh manusia memiliki ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur waktu tidur. Namun, manusia memiliki kemampuan unik untuk mengabaikan jam biologis tersebut.
Pilihan sadar untuk melawan rutinitas leluhur yang biasanya tidur saat gelap, inilah yang memicu para ilmuwan meneliti hubungan antara kecerdasan dan kebiasaan begadang.
Kaitan IQ Tinggi dan Jam Tidur
Psikolog
Satoshi Kanazawa
melalui studinya di jurnal
Personality and Individual Differences
pernah mengungkapkan data menarik. Ia menemukan pola yang konsisten bahwa anak-anak dengan skor IQ tinggi cenderung tumbuh menjadi orang dewasa yang suka begadang.
Baca Juga:
Bukan Sekadar Begadang, Ini 7 Strategi Jitu Taklukkan Stres dan Drama Skripsi
Dalam temuannya, peserta dengan kategori sangat cerdas (IQ di atas 125) rata-rata baru tidur sekitar pukul 00.29 dini hari. Kanazawa berargumen bahwa kecerdasan adalah alat evolusi untuk menghadapi masalah baru.
Karena manusia purba aktif di siang hari, perilaku begadang dianggap sebagai penyimpangan evolusioner yang hanya bisa dilakukan oleh individu dengan kemampuan kognitif yang mampu mengesampingkan dorongan biologis alami.
Begadang Lebih Unggul Kognitif?
Temuan lama tersebut mendapat dukungan dari riset terbaru pada tahun 2024. Peneliti dari Imperial College London menganalisis data 26.820 orang di Inggris. Mereka meneliti hubungan antara pola tidur dengan kemampuan otak dalam memecahkan masalah, memori, dan kecepatan reaksi.
Hasilnya cukup mengejutkan. Seseorang yang suka begadang ternyata memiliki kinerja sedikit lebih baik pada tes kognitif dibandingkan mereka yang bangun pagi. Peneliti menyimpulkan bahwa fleksibilitas waktu tidur mungkin menawarkan manfaat kognitif tertentu. Namun, perlu diingat bahwa hasil ini hanya menunjukkan hubungan (asosiasi), bukan sebab-akibat.
Waspada Risiko Kesehatan
Walaupun terlihat keren karena dianggap lebih pintar, kebiasaan begadang menyimpan bahaya serius. Studi
Kristen Knutson
dari Northwestern University menemukan bahwa orang yang hobi begadang memiliki risiko kematian dini 10% lebih tinggi.
Penyebabnya adalah ketidaksinkronan antara jam tubuh dan jam sosial. Hal ini memicu berbagai perilaku tidak sehat.
"Sulit bagi orang yang terbiasa begadang untuk hidup di dunia orang yang bangun pagi," ujar Knutson.
Ia menambahkan bahwa risiko ini bisa muncul dari stres psikologis atau gaya hidup buruk.
"Bisa jadi itu stres psikologis, makan di waktu yang salah untuk tubuh mereka, kurang berolahraga, kurang tidur, begadang sendirian di malam hari, mungkin penggunaan narkoba atau alkohol," jelasnya.
Baca Juga:
5 Dampak Buruk Sering Begadang bagi Kesehatan dan Produktivitas Esok Hari
Jadi, meskipun orang yang suka begadang mungkin memiliki cara berpikir yang berbeda atau sedikit lebih unggul dalam tes kognitif, risiko kesehatan yang mengintai tidak bisa Anda abaikan begitu saja.
Kunci utamanya bukan memaksakan diri untuk begadang agar terlihat pintar, melainkan mengenali kapan tubuh Anda bekerja paling optimal.
(*Sari)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.