faktakalbar

Bencana Akibat Cuaca Ekstrem di Indonesia: Longsor di Balikpapan hingga Gempa di Padang Panjang

Penulis: Redaksi Sunday, 20 April 2025 📖 2 menit
Bencana Akibat Cuaca Ekstrem di Indonesia: Longsor di Balikpapan hingga Gempa di Padang Panjang
Faktakalbar.id, NASIONAL - Cuaca ekstrem di Indonesia kembali melanda beberapa wilayah pada akhir pekan kedua bulan April 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mencatat sejumlah bencana, seperti tanah longsor di Kota Balikpapan, angin puting beliung di Kabupaten Bandung Barat, serta gempa bumi di Sumatera Barat. Pada Jumat Agung, 18 April 2025, sekitar pukul 03.30 WIB, warga Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Kota, dikejutkan oleh tanah longsor yang merusak lima rumah warga. Tiga unit rumah mengalami rusak berat, sementara dua lainnya rusak ringan. Peristiwa ini menyebabkan lima kepala keluarga (KK) terdampak, dengan tiga KK terpaksa mengungsi ke rumah keluarga terdekat. Baca Juga: Bencana Hidrometeorologi Masih Dominan, Ribuan Warga Terdampak di Sejumlah Daerah Menanggapi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan segera melakukan asesmen lapangan dan memberikan bantuan darurat berupa delapan lembar terpal. Saat ini, proses pembersihan material longsoran masih berlangsung. Di hari yang sama, angin puting beliung melanda Desa Sirnaraja, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan 11 unit rumah terdampak, dan 33 jiwa turut terdampak. BPBD Kabupaten Bandung Barat telah berkoordinasi dengan instansi terkait, melakukan asesmen lokasi, serta menyalurkan bantuan berupa sembako, matras, dan terpal kepada warga yang terdampak. Kondisi saat ini dinyatakan sudah kondusif. Selain itu, pada Sabtu malam (19/4) pukul 20.47 WIB, gempa bumi bermagnitudo 4,6 mengguncang wilayah Padang Panjang, Sumatera Barat. Meskipun tergolong gempa kecil, getarannya terasa hingga Bukittinggi dan Agam. Pusat gempa terletak di darat, sekitar 6 km timur laut Padangpanjang dengan kedalaman 10 km. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan kerusakan akibat gempa. Menanggapi meningkatnya intensitas cuaca ekstrem di Indonesia, BNPB mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Memasuki masa transisi dari musim hujan ke kemarau, yang kerap disertai angin kencang, warga diharapkan melakukan langkah mitigasi seperti memangkas pohon yang terlalu tinggi di sekitar rumah. “Bagi warga yang tinggal di dekat tebing, perhatikan kondisi tanah dan struktur bangunan di sekitar. Jika terlihat retakan atau perubahan struktur, segera lakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan pihak terkait,” imbau BNPB. Langkah-langkah preventif sangat penting untuk meminimalisir dampak dari bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Baca Juga: Tanah Longsor di Kabupaten Subang, Satu Warga Dilaporkan Hilang

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK