Bencana Hidrometeorologi Dominasi Laporan BNPB Pertengahan Februari 2026
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
BNPB
) mencatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai wilayah di Indonesia.
Laporan yang dihimpun sejak Kamis (19/2/2026) hingga Jumat (20/2/2026) pukul 07.00 WIB didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Baca Juga:
BNPB Catat Ribuan Rumah Terendam Banjir di NTB, Jawa Timur, dan Jawa Tengah
Kejadian angin kencang berdampak di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Rabu (18/2/2026) pukul 15.30 WIB.
Sebanyak 15 unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap. BPBD Kabupaten Tulungagung langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat bersama masyarakat, dan kondisi terkini dilaporkan sudah kondusif.
Bencana tanah longsor terjadi di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Rabu (18/2/2026).
Kejadian ini menimbun sejumlah alat berat dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Tim SAR telah berhasil menemukan korban pada Kamis (19/2/2026) dan langsung menyerahkannya kepada pihak keluarga.
Baca Juga:
BNPB Laporkan Rangkaian Bencana di Cilacap, Sumbawa, dan Lampung Selatan
Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, banjir berdampak pada 10.061 Kepala Keluarga (KK) dan merendam 9.736 unit rumah.
Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat mulai tanggal 16 hingga 22 Februari 2026. Hingga saat ini, banjir masih menggenangi dua wilayah, yakni Kecamatan Tegowanu dan Kecamatan Godong.
Pembaruan data juga mencatat 8.163 rumah terdampak banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kondisi air mulai berangsur surut dan upaya perbaikan tanggul terus dilakukan menggunakan alat berat.
Berdasarkan pantauan visual, area persawahan di Kebonagung, Pilangwetan, dan Tlogosih sebagian masih tergenang air.
Merespons rentetan kejadian bencana hidrometeorologi tersebut, pihak BNPB memberikan imbauan resmi kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
“Kami mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah. Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman,” imbau BNPB pada laporan resminya.
(*Red)
Tag:
#Bencana Hidrometeorologi
#bencana alam
#Banjir Jawa Tengah
#Tanah Longsor Morowali
#Angin Kencang Tulungagung
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.