Bencana Hidrometeorologi Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia, Ini Update Penanganannya
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Fenomena hidrometeorologi basah dan kering kembali menyebabkan bencana di berbagai daerah di Indonesia.
Hingga Kamis malam (5/6), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
BNPB
) mencatat berbagai insiden banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta tanah longsor.
Berikut laporan lengkap berdasarkan keterangan resmi BNPB yang dirilis Jumat (6/6).
Baca Juga:
Cuaca Ekstrem Landa Indonesia, BNPB Catat 30 Bencana dalam Sehari
Banjir di Pangandaran
Banjir yang melanda Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu (4/6) telah surut pada Kamis (5/6).
Namun, dua jembatan penghubung antar dusun yang terdampak banjir masih belum dapat digunakan.
Wilayah terdampak mencakup Desa Ciganteng dan Kedungwulu, Kecamatan Padaherang.
Banjir ini berdampak pada 210 kepala keluarga (698 jiwa), dengan kerugian berupa 210 unit rumah, dua jembatan, dan dua fasilitas ibadah yang rusak.
Penyebab utama banjir adalah hujan lebat dan aliran Sungai Ciganjeng yang tersumbat tumpukan sampah hingga meluap ke permukiman.
Baca Juga:
BNPB Catat 21 Kejadian Bencana dalam 24 Jam Terakhir, Termasuk Longsor dan Karhutla
Karhutla di Sumatra Utara dan Aceh
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Pasar III, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing, Sumatra Utara, pada Rabu (4/6).
Kebakaran yang menghanguskan sekitar 3 hektar lahan di kawasan Bukit Bendera berhasil dipadamkan pada Kamis (5/6).
Sementara itu, karhutla di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, tepatnya di Gampong Kaye Unoe, Kecamatan Darul Makmur, telah membakar sekitar 15 hektar lahan.
Hingga Kamis (5/6), sekitar 40 persen area terdampak sudah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan.
Baca Juga:
BNPB Update Bencana Awal Juni 2025, Sejumlah Daerah Masih Tergenang
Banjir dan Longsor Terjadi di Halmahera Selatan
Di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, hujan lebat dan angin kencang pada Selasa malam (3/6) menyebabkan banjir yang berdampak pada 11 desa di tiga kecamatan.
Sebanyak 487 rumah terdampak, dengan total korban mencapai 2.243 jiwa. Kondisi banjir sudah surut pada Kamis (5/6).
Tanah longsor juga terjadi di tiga desa berbeda di kabupaten yang sama. Longsor tersebut menyebabkan 10 kepala keluarga (33 jiwa) terdampak.
Hingga Kamis (5/6), proses penanganan masih berlangsung.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini.
Baca Juga:
BNPB Catat Banjir, Angin Kencang, dan Longsor di Sejumlah Daerah Jelang Juni
Imbauan BNPB: Waspadai Cuaca Ekstrem dan Potensi Karhutla
BNPB melalui keterangan resminya mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, petir, dan angin kencang.
Wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem antara lain DKI Jakarta, Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, Kepulauan Riau, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Timur.
BNPB juga mencatat sejumlah wilayah dengan tingkat kemudahan terbakar yang tinggi, termasuk Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.
Seluruh elemen pentaheliks diminta untuk aktif melakukan upaya pencegahan dini terhadap karhutla guna menghindari penyebaran api yang cepat dan meluas.
Baca Juga:
BNPB: Banjir, Angin Kencang, dan Karhutla Terjadi di Sejumlah Wilayah Jelang Akhir Mei
Tag:
#penanganan bencana hidrometeorologi
#Media Online Kalbar
#Media Kalbar
#kebakaran hutan
#Berita Nasional
#bencana alam
#cuaca ekstrem
#FaktaKalbar.id
#BNPB
#Tanah longsor
#Kalimantan Barat
#karhutla
#Berita Banjir
#kalbar
#wilayah rawan bencana
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.