faktakalbar

Bencana Pergerakan Tanah di Cilacap Rusak Enam Rumah dan Akses Jalan Desa

Penulis: Redaksi Thursday, 14 May 2026 📖 1 menit
Bencana Pergerakan Tanah di Cilacap Rusak Enam Rumah dan Akses Jalan Desa
Faktakalbar.id, NASIONAL - Bencana pergerakan tanah di Cilacap terjadi tepatnya di kawasan Desa Dayeuhluhur pada Senin (11/5) akibat curah hujan berintensitas tinggi dengan durasi yang panjang. Fenomena alam destruktif ini dipicu oleh minimnya saluran drainase yang menyebabkan melemahnya struktur tanah di area permukiman penduduk tersebut. Baca Juga:  Update Bencana Nasional: Longsor Terjang Agam dan Banjir Rendam Tangerang, Satu Warga Dilaporkan Tewas Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat bahwa insiden pergerakan tanah di Cilacap ini mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan tempat tinggal. Terdapat enam unit rumah warga yang secara langsung terdampak dengan rincian tiga unit mengalami rusak ringan, dua unit rusak sedang, dan satu unit rusak berat. Kerusakan struktural juga terpantau terjadi pada empat titik akses jalan desa dengan total panjang infrastruktur yang amblas mencapai sekitar 145 meter. Kondisi jalan darat yang terputus ini sempat menghambat mobilitas warga sekitar dalam menjalankan rutinitas perekonomian serta aktivitas keseharian mereka. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cilacap merespons cepat kejadian darurat ini dengan menerjunkan tim gabungan langsung menuju ke lokasi bencana. Petugas penanggulangan bencana bersama warga setempat langsung melaksanakan kegiatan kerja bakti pengurukan jalan desa yang amblas agar akses transportasi kembali terbuka. Upaya perbaikan sarana jalan darurat ini menjadi prioritas utama guna memudahkan warga memindahkan barang berharga dari rumah yang sudah tidak layak huni. Baca Juga;  Tanah Longsor di Bogor Telan Satu Korban Jiwa Bantuan fisik dari para petugas lapangan terbukti sangat meringankan beban psikologis para korban yang diwajibkan mencari tempat tinggal sementara yang lebih aman. Menghadapi potensi anomali cuaca yang belum stabil, pemerintah tingkat daerah didesak untuk terus mengasah tingkat kesiapsiagaan operasional mitigasi bencana hidrometeorologi. Masyarakat yang bermukim tepat di area berisiko tinggi diimbau agar secara aktif memperbarui informasi prakiraan cuaca dari kanal resmi milik instansi pemerintah. Langkah evakuasi mandiri menuju ke titik pengungsian terdekat harus segera diambil oleh warga apabila hujan lebat tidak kunjung reda dalam waktu yang lama. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK