faktakalbar

Bencana Tanah Longsor di Ciamis Rusak Sepuluh Rumah dan Lima Ruas Jalan

Penulis: Redaksi Thursday, 14 May 2026 📖 1 menit
Bencana Tanah Longsor di Ciamis Rusak Sepuluh Rumah dan Lima Ruas Jalan
Faktakalbar.id, NASIONAL - Bencana tanah longsor di Ciamis, Provinsi Jawa Barat, dilaporkan melanda titik kawasan permukiman penduduk di lima wilayah kecamatan berbeda pada Senin (11/5). Berdasarkan data pantauan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, titik pusat sebaran lokasi terdampak mencakup jangkauan area pedesaan yang cukup luas. Baca Juga:  Update Bencana Nasional: Longsor Terjang Agam dan Banjir Rendam Tangerang, Satu Warga Dilaporkan Tewas Titik kerusakan tersebut meliputi wilayah Desa Bunter dan Desa Margaharja di Kecamatan Sukadana, serta wilayah Desa Sukasetia dan Desa Sukamaju di Kecamatan Cihaurbeuti. Runtuhan material tanah perbukitan ini juga tercatat menghantam batas wilayah Desa Kaso di Kecamatan Tambaksari serta Desa Sukahurip di wilayah Kecamatan Cisaga. Area pedesaan lain seperti Desa Budiasih yang berlokasi di Kecamatan Sindangkasih turut dilaporkan menelan kerugian fisik akibat sapuan material tanah tersebut. Dampak destruktif dari kejadian tanah longsor di Ciamis ini telah mengakibatkan sedikitnya sepuluh unit bangunan tempat tinggal warga mengalami kerusakan tingkat serius. Dari hasil pendataan tim lapangan, tujuh unit rumah dikategorikan mengalami rusak ringan sementara tiga unit rumah lainnya dinyatakan hancur berstatus rusak berat. Pergerakan massa tanah curam ini juga melumpuhkan fungsi fasilitas publik berupa satu balai desa, satu balai kebun pertanian, dan satu jaringan saluran irigasi warga. Akses pergerakan ekonomi masyarakat seketika terhambat total setelah lima ruas jalur utama penghubung antarkecamatan tertimbun tumpukan lumpur tebal sisa longsoran. Baca Juga:  Hujan Ekstrem Picu Tanah Longsor di Lombok Barat, Lima KK Mengungsi ke Rumah Kerabat Merespons tingkat kerusakan infrastruktur tersebut, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ciamis segera merapatkan barisan bersama unsur perangkat desa setempat. Aparat gabungan tanggap darurat yang turut dibantu oleh masyarakat sekitar bahu-membahu menyingkirkan material penutup jalan melalui kegiatan gotong royong pembersihan masal. Pemerintah pusat melalui instrumen kelembagaan bencananya terus memberikan imbauan keras kepada pemerintah daerah untuk tidak lengah terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Penduduk lokal yang berada pada zona kemiringan lahan ekstrem diminta untuk sigap menyelamatkan diri secara mandiri jika hujan deras mengguyur dengan waktu yang panjang. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK