Bengkayang Terdampak Banjir: 725 Hektare Lahan Pertanian Rusak, Kerugian Capai Rp17 Miliar
FAKTA GRUP -
Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, melalui Dinas Pertanian, melaporkan bahwa sebanyak 725,05 hektare lahan pertanian padi dan jagung terdampak banjir tahun ini, menyebabkan kerugian sebesar Rp17 miliar.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkayang, Dr. Yulianus, mengungkapkan bahwa terdapat 533,90 hektare lahan padi dan 191,15 hektare lahan jagung yang terimbas banjir di 11 kecamatan di Bengkayang.
"Perkiraan kerugian untuk padi dengan provitas 3,1 ton per hektare dan harga gabah rata-rata Rp7.500 per kilogram, sehingga kerugian yang dialami untuk padi sebesar Rp12,4 miliar lebih," jelas Yulianus pada Selasa (4/2).
Pemerintah Kabupaten Bengkayang berencana mengusulkan bantuan untuk para petani yang terdampak banjir, serta melakukan pendataan untuk perencanaan langkah mitigasi bencana, kelayakan lahan yang rawan banjir, dan pengelolaan irigasi yang lebih baik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang mencatat, sebanyak 12.023 warga menjadi korban banjir yang melanda beberapa desa di Kabupaten Bengkayang, yang berlangsung antara 21 Januari hingga 30 Januari 2025.
Kepala BPBD Bengkayang, Dwi Berta M, menyebutkan bahwa banjir terparah terjadi di Kecamatan Ledo, yang memaksa lebih dari 500 warga dievakuasi.
Selain itu, wilayah perbatasan, seperti Kecamatan Seluas dan Jagoi Babang, juga terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Kumba dan Sungai Piat yang berasal dari Malaysia.
Bantuan dari pemerintah, swasta, dan donatur telah disalurkan untuk meringankan beban korban banjir.(amb)
Tag:
#Berita Banjir
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.