faktakalbar

Berapa Lama Tidur Siang yang Disarankan Saat Sakit? Ini Penjelasan Sains

Penulis: Redaksi Monday, 09 March 2026 📖 2 menit
Berapa Lama Tidur Siang yang Disarankan Saat Sakit? Ini Penjelasan Sains
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Saat tubuh sedang terserang penyakit , rasa kantuk biasanya datang lebih sering dan berat dari biasanya. Ini adalah cara alami tubuh untuk memerintahkanmu beristirahat total agar energi bisa difokuskan sepenuhnya untuk melawan infeksi. Tidur siang sering kali menjadi pelarian terbaik untuk mempercepat proses pemulihan. Namun, banyak yang bertanya-tanya, apakah tidur siang saat sakit boleh dilakukan berjam-jam? Sains memiliki jawaban tersendiri mengenai durasi tidur siang yang ideal agar kamu mendapatkan manfaat maksimal tanpa merasa pening saat terbangun. Baca Juga:  5 Kebiasaan Hidup Buruk Pemicu Sakit Jantung di Usia Muda yang Sering Diabaikan Berikut adalah panduan durasi tidur siang yang disarankan menurut sains bagi orang yang sedang dalam masa pemulihan: 1. Tidur Siang Singkat ( Power Nap ): 20-30 Menit Jika kamu hanya merasa sedikit tidak enak badan atau kelelahan, tidur siang selama 20 hingga 30 menit sangat direkomendasikan. Durasi ini cukup untuk memberikan kesegaran pada sistem saraf tanpa membuatmu masuk ke fase tidur dalam. Menurut sains, tidur singkat ini membantu meningkatkan kewaspadaan dan suasana hati tanpa menyebabkan sleep inertia perasaan linglung atau pening saat terbangun. 2. Satu Siklus Tidur Penuh: 90 Menit Saat sakitmu terasa lebih berat, seperti flu atau demam, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memperbaiki sel yang rusak. Sains menyarankan durasi sekitar 90 menit. Mengapa? Karena 90 menit adalah waktu rata-rata yang dibutuhkan tubuh untuk menyelesaikan satu siklus tidur penuh, mulai dari tidur ringan hingga tidur dalam ( deep sleep ). Bangun di akhir siklus ini cenderung membuat tubuh merasa lebih bugar dibandingkan bangun di tengah-tengah siklus. 3. Hindari Tidur Siang yang Terlalu Sore Meskipun kamu sedang sakit, sains tetap menyarankan agar tidur siang tidak dilakukan terlalu sore (misalnya di atas jam 4 sore). Tidur siang yang terlalu sore dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, yang mengakibatkan kamu kesulitan tidur nyenyak di malam hari. Padahal, tidur malam yang berkualitas adalah waktu utama di mana sistem imun memproduksi protein pelawan infeksi paling banyak. 4. Dengarkan Sinyal Tubuh (Kebutuhan Ekstra) Berbeda dengan kondisi sehat, saat sakit, aturan durasi bisa sedikit lebih fleksibel. Jika tubuh terasa sangat lemah, tidur lebih dari 90 menit mungkin memang diperlukan. Namun, pastikan kamu tetap terhidrasi dengan baik saat terbangun. Mengonsumsi banyak cairan sangat penting karena proses metabolisme saat tidur tetap membutuhkan air untuk membuang racun sisa infeksi. Tidur siang bukanlah tanda kemalasan, melainkan investasi kesehatan agar kamu bisa kembali bugar lebih cepat. Jika rasa kantuk menyerang saat sedang sakit, jangan dilawan. Berikan tubuhmu waktu untuk "berperang" melawan penyakit melalui tidur yang cukup. Baca Juga:  Cara Berbuka Puasa yang Sehat Agar Perut Tidak Sakit (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK