faktakalbar

Berdi Anggota DPRD Pontianak Apresiasi Pengungkapan Diduga Oli Palsu. "Masyarakat Pontianak Banyak Jadi Korban"

Penulis: Redaksi Sunday, 22 June 2025 📖 1 menit
Berdi Anggota DPRD Pontianak Apresiasi Pengungkapan Diduga Oli Palsu. "Masyarakat Pontianak Banyak Jadi Korban"
FaktaKalbar.id, PONTIANAK - Kasus penggerebekan gudang diduga oli palsu di Kubu Raya terus mendapat sorotan. Berdi, Anggota Komisi II Fraksi Nasdem DPRD Kota Pontianak , turut menyampaikan apresiasi sekaligus keprihatinannya atas kasus yang telah merugikan banyak masyarakat ini. Berdi menyampaikan terima kasih kepada aparat gabungan yang terlibat dalam pengungkapan kasus ini. Baca Juga:   BREAKING NEWS: Aparat Gabungan Gerebek Gudang Diduga Oli Palsu di Kubu Raya "Saya apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada instansi BAIS, BIN, Kejaksaan Tinggi, Intelijen AD, dan AL dalam penggerebekan diduga oli palsu ini," ujarnya. Ia menekankan bahwa masyarakat Pontianak banyak menjadi korban akibat penggunaan oli palsu. "Masyarakat Pontianak, terutama banyak yang terdampak. Kendaraan mereka rusak ditengah himpitan ekonomi saat ini," tambah Berdi. Berdi mengaku mengikuti proses pengungkapan ini dari awal bahkan sempat menemui pejabat Pertamina pusat supaya Pertamina Pontianak mau menerima sampel yang akan diberikan oleh Fakta Kalbar demi pengungkapan masalah dugaan oli palsu. "Fakta Kalbar menemui saya mengenai peredaran dugaan oli palsu dan sulitnya menemui Pertamina di Pontianak untuk memberikan sampel yang diduga oli palsu supaya di tes oleh Pertamina. Saya dan wakil ketua DPRD Agus Sugianto dan beberapa anggota gabungan komisi berkunjung ke Pertamina pusat dan mengadukan masalah ini, dari pejabat Pertamina pusat memerintahkan ke Pontianak untuk menerima sampel yang akan diberikan oleh Fakta Kalbar. Akhirnya Pertamina Pontanak mau menerima sampel untuk di tes, ketika menerima sampel, petugas Pertamina menyatakan dari kemasan oli tersebut terlihat palsu namun hasil tes lab nya saya belum mengetahuinya,"tutup Berdi Berdi berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap dugaan jaringan oli palsu ini sampai ke akar-akarnya. Ia juga mendorong agar semua pihak, termasuk ormas dan tokoh masyarakat, turut mendukung upaya pemberantasan praktik ilegal ini. Kasus ini kini masih dalam penyelidikan Polda Kalbar, dengan barang bukti sampel diduga oli palsu yang telah diamankan. Fakta Kalbar dan media lainnya akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk kemungkinan keterlibatan lebih banyak pihak.(dhn)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK