Beri Pengarahan di Makodam, Pangdam XII/Tpr Ingatkan Prajurit Jangan Tabrak Rambu Peraturan
Faktakalbar.id, KUBU RAYA –
Panglima Komando Daerah Militer
(Pangdam) XII/Tanjungpura
, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, mengumpulkan seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI di lingkungan markas komando.
Kegiatan pengarahan ini berlangsung di Aula Sudirman, Makodam XII/Tpr, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Rabu (21/1/2026).
Baca Juga:
Pangdam XII/Tpr Instruksikan Jajaran Pastikan Koperasi Desa Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Administrasi
Agenda utama pertemuan ini adalah memberikan pembekalan sekaligus peringatan tegas terkait kedisiplinan dan profesionalisme.
Pangdam XII/Tpr menekankan bahwa integritas adalah harga mati dalam menjalankan roda organisasi militer.
Tuntut Kinerja Nyata
Dalam arahannya, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menegaskan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara tidak boleh berhenti pada slogan semata.
Ia menuntut seluruh personel untuk mewujudkannya melalui kinerja nyata yang terukur dan melampaui standar. Setiap personel diminta bertanggung jawab penuh atas tugas yang diemban.
"Komitmen kita sebagai abdi negara harus tercermin dalam kualitas kerja setiap harinya. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi," ujar Pangdam di hadapan para prajurit.
Nol Toleransi Pelanggaran
Poin paling krusial yang disampaikan adalah peringatan keras terkait kepatuhan terhadap hukum dan disiplin militer.
Pangdam XII/Tpr menginstruksikan agar tidak ada satu pun personel yang mencoba melakukan tindakan indisipliner.
Baca Juga:
Pimpin Penyerahan Jabatan Aslog, Pangdam XII/Tpr Apresiasi Dedikasi Kolonel Muhammad Faizal
Ia menggunakan istilah "rambu peraturan" sebagai batasan tegas yang tidak boleh dilanggar.
"Jangan kita melanggar atau menabrak rambu peraturan. Tidak ada toleransi bagi pelanggaran sekecil apa pun yang dapat merusak citra satuan," tegas jenderal bintang dua tersebut.
Menutup arahannya, Pangdam mengajak seluruh keluarga besar Kodam XII/Tpr untuk menjaga soliditas internal agar tetap kokoh. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memperluas jejaring kerja sama dengan instansi luar.
Menurutnya, keberhasilan tugas pokok satuan sangat bergantung pada keharmonisan di dalam dan
networking
yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan (
stakeholder
).
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.