faktakalbar

Bibit Siklon 91S Terpantau di Barat Lampung, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

Penulis: Redaksi Friday, 12 December 2025 📖 1 menit
Bibit Siklon 91S Terpantau di Barat Lampung, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudera Hindia, tepatnya di sebelah barat Provinsi Lampung. Meski peluangnya kecil untuk menjadi siklon tropis penuh yang menghantam daratan, fenomena ini dipastikan berdampak signifikan pada peningkatan intensitas hujan dan gelombang laut di wilayah Sumatera. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam keterangan resminya, Rabu (10/12/2025), meminta masyarakat untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Keberadaan bibit siklon ini memicu dinamika atmosfer yang mengakibatkan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, hingga Lampung. Baca Juga:  Kelapa Sawit Tidak Dapat Menggantikan Hutan: Dampak Deforestasi pada Daur Air dan Banjir Sumatera "Masyarakat juga harus waspada adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di Samudra Hindia mulai dari sebelah barat Nias hingga selatan Banten, serta di perairan Selat Sunda bagian Selatan," ujar Faisal. Pergerakan Menjauhi Indonesia Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis pergerakan 24 jam terakhir, Bibit Siklon 91S diprediksi akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Mulai siang atau sore hari ini, Kamis (11/12/2025), sistem tersebut cenderung bergerak ke arah selatan hingga barat daya. "Sistem diperkirakan mulai menunjukkan pola pergerakan yang konsisten ke barat daya, menjauhi wilayah Indonesia pada 12 Desember 2025," jelas Guswanto. Dengan demikian, potensi bibit ini berkembang menjadi siklon tropis di wilayah daratan Indonesia tergolong rendah. Imbauan bagi Sektor Pelayaran Kendati bergerak menjauh, dampak tidak langsung berupa gelombang tinggi tetap harus diwaspadai, khususnya bagi masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengimbau sektor transportasi laut dan perikanan di pesisir barat-selatan Sumatera hingga Banten untuk menyesuaikan operasional dengan peringatan dini gelombang tinggi. Pemerintah daerah melalui BPBD juga diminta memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem ini untuk meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi. Baca Juga:  Kalbar Masih “Basah”, BMKG Warning Curah Hujan Tinggi di Sanggau Pertengahan Desember (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK