Bikin Perjalanan Lebih Syahdu, Ini 5 Lagu Indonesia Wajib Masuk Playlist Pendaki
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Mendaki gunung bukan hanya soal menaklukkan ketinggian, tapi juga tentang menikmati setiap langkah perjalanan.
Ada kalanya hanya suara angin dan gesekan sepatu dengan tanah yang ingin kita dengar.
Namun, ada momen-momen tertentu di mana musik menjadi "bensin" tambahan saat kaki mulai terasa berat, atau menjadi teman terbaik saat duduk melingkar di depan api unggun.
Lagu yang tepat bisa mengubah
mood
pendakian dari yang tadinya lelah menjadi penuh semangat, atau dari sepi menjadi
syahdu
.
Baca Juga:
Playlist ‘Healing’: 5 Lagu untuk Bilang ‘Terima Kasih’ pada Diri Sendiri
Bagi kamu yang sedang menyusun
playlist
untuk trip berikutnya, berikut adalah 5 lagu Indonesia
legendaris
yang haram hukumnya jika tidak ada di ponsel seorang pendaki:
1. Dewa 19 – Mahameru
Tidak ada daftar lagu pendakian yang lengkap tanpa lagu ini.
Sejak dirilis tahun 90-an, "Mahameru" telah menjadi
anthem
atau lagu kebangsaan para pendaki Indonesia.
Liriknya yang magis,
"Mendaki melintas bukit, berjalan letih menahan berat beban..."
seolah memotret realitas perjuangan seorang pendaki dengan sempurna.
Lagu ini paling pas didengarkan saat kamu mulai memasuki vegetasi hutan lebat, memberikan nuansa gagah dan heroisme dalam setiap langkahmu.
2. Nidji – Di Atas Awan
Sejak meledaknya film "5 cm", lagu ini seakan menjadi
soundtrack
wajib saat melakukan
summit attack
(perjalanan menuju puncak).
Temponya yang semangat dengan lirik yang positif sangat ampuh membakar adrenalin saat oksigen mulai menipis dan tenaga terkuras habis.
Mendengarkan lagu ini saat matahari mulai terbit di ufuk timur akan membuat momen pencapaianmu di puncak terasa berkali-kali lipat lebih emosional dan epik.
3. Banda Neira – Berjalan Lebih Jauh
Bagi pecinta musik
indie-folk
, lagu ini adalah teman setia di jalur pendakian yang panjang dan landai.
Liriknya yang sederhana namun dalam, mengajak kita untuk tidak menyerah dan terus melangkah meski tertatih.
Petikan gitar akustik yang riang dalam lagu ini sangat cocok untuk menjaga
mood
tetap ceria dan santai, mengingatkan kita bahwa tujuan mendaki bukan hanya puncak, tapi juga mensyukuri perjalanan itu sendiri.
4. Fourtwnty – Zona Nyaman
"Kita ini insan, bukan seekor sapi..."
Penggalan lirik ini sering kali menjadi alasan utama kenapa orang lari ke gunung: keluar dari rutinitas kerja yang membosankan.
Lagu ini memiliki
vibes
yang sangat santai dan menenangkan.
Sangat cocok diputar saat kamu sedang istirahat sejenak di pos bayangan, atau saat sedang bersantai di dalam tenda menunggu waktu makan malam.
Lagu ini adalah pengingat untuk menikmati hidup dan alam, melupakan sejenak target-target duniawi.
5. Ebiet G. Ade – Berita Kepada Kawan
Jika empat lagu sebelumnya cocok untuk perjalanan, maka lagu ini adalah penguasa malam.
Saat api unggun sudah menyala, kopi sudah diseduh, dan bintang bertaburan di langit, "Berita Kepada Kawan" adalah lagu yang paling sering dinyanyikan bersama-sama.
Nuansanya yang akustik, liriknya yang puitis tentang alam dan bencana, sering kali membawa pendaki pada perenungan mendalam tentang betapa kecilnya manusia di hadapan alam semesta.
Kesimpulan
Musik adalah mesin waktu.
Kelak, ketika kamu sudah turun gunung dan kembali ke kota, mendengarkan lagu-lagu di atas akan seketika membawamu kembali ke momen-momen indah di atas awan.
Jadi, jangan lupa
download
dan masukkan ke daftar putarmu, ya!
Baca Juga:
5 Playlist Manis untuk Menemani Hujan: Dari Fokus Kerja Hingga Melamun Syahdu
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.