Bingung Mau Ngapain? Ini 5 Hal Produktif yang Bisa Kamu Lakukan Setelah Resign
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Hari pertama setelah resmi mengundurkan diri atau
resign
dari
pekerjaan
sering kali terasa aneh.
Rutinitas bangun pagi, bersiap ke kantor, dan menghadapi kemacetan tiba-tiba hilang.
Pada fase
life after resign
ini, rasa lega dan bebas biasanya cepat berganti menjadi kebingungan, bahkan kecemasan, karena merasa tidak ada hal penting yang dikerjakan.
Kekosongan jadwal ini sebenarnya adalah kesempatan emas jika dimanfaatkan dengan benar.
Baca Juga:
Jangan Ditunda Lagi, Ini 6 Tanda Kamu Sudah Wajib Resign dari Tempat Kerja
Daripada hanya menghabiskan waktu dengan rebahan dan
scrolling
media sosial tanpa arah, kamu bisa mulai menata kembali hidupmu.
Berikut adalah 5 hal produktif yang bisa kamu lakukan setelah
resign
untuk menjaga kewarasan dan kesiapan dirimu menyambut peluang baru:
1. Beri Waktu untuk Jeda dan Pemulihan (
Healing
)
Hal pertama dan paling penting yang harus kamu lakukan adalah istirahat.
Jika kamu
resign
karena kelelahan mental (
burnout
) atau lingkungan kerja yang
toxic
, tubuh dan pikiranmu butuh waktu untuk detoksifikasi.
Jangan buru-buru melamar pekerjaan keesokan harinya.
Ambil waktu satu atau dua minggu murni untuk bersantai, tidur cukup, berolahraga ringan, dan melakukan hal-hal yang membuatmu bahagia tanpa memikirkan beban profesional.
2. Perbarui Dokumen Karier dan Profil Profesional
Setelah energi kembali terkumpul, mulailah merapikan "senjata" pencarian kerjamu.
Lakukan
update
pada
Curriculum Vitae
(CV), portofolio, dan profil LinkedIn milikmu.
Masukkan pencapaian dan proyek terakhir di tempat kerja sebelumnya.
Profil profesional yang rapi dan mutakhir akan membuatmu lebih percaya diri dan siap ketika tiba-tiba ada tawaran (
offering
) atau peluang emas yang melintas.
3. Ikuti Pelatihan untuk
Upskilling
Fase menganggur adalah waktu terbaik untuk menambal kekurangan pada keahlianmu.
Lakukan
upskilling
dengan mengikuti kursus daring (
online course
),
bootcamp
, atau sertifikasi profesi yang relevan dengan jalur karier impianmu.
Selain menambah nilai jual di mata perekrut (
recruiter
), mempelajari hal baru akan menjaga otakmu tetap aktif dan produktif selama masa transisi.
4. Eksplorasi Proyek Lepas (
Freelance
) atau Hobi yang Menghasilkan
Sambil menunggu panggilan wawancara dari perusahaan baru, kamu bisa mencoba peruntungan di dunia
freelance
.
Menawarkan jasa desain, penulisan, administrasi data, atau penerjemahan bisa menjaga kelancaran arus kas (
cash flow
) pribadi.
Selain itu, kamu juga bisa mulai menyeriusi hobi lama yang tertunda, siapa tahu hobi tersebut bisa dikonversi menjadi sumber pendapatan baru.
5. Aktif Membangun Jejaring (
Networking
)
Jangan mengisolasi diri hanya karena kamu sedang tidak punya pekerjaan tetap.
Jaga komunikasi dengan mantan rekan kerja yang suportif, bergabunglah dengan komunitas profesi, atau hadiri seminar dan acara kumpul komunitas (
meetup
).
Networking
yang baik tidak hanya membuka peluang mendapatkan referensi pekerjaan dari "jalur dalam", tetapi juga memberimu perspektif baru dari orang-orang dengan latar belakang industri yang beragam.
Masa
life after resign
bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah ruang tunggu yang bisa kamu sulap menjadi tempat persiapan terbaik.
Tetap berpikir positif dan gunakan waktu ini untuk mengenali kembali potensi dirimu!
Baca Juga:
Jangan Cuma Modal Nekat, Ini 6 Backup Plan Setelah Resign yang Wajib Kamu Coba
(Mira)
Tag:
#Produktivitas
#pengembangan diri
#Setelah Resign
#Transisi Karier
#Waktu LuangSetelah Resign
#Waktu Luang
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.