faktakalbar

BMKG Deteksi 3.759 Titik Panas di Kalbar, Ketapang Terbanyak

Faktakalbar.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat sebanyak 3.759 titik panas tersebar di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Barat pada Jumat (21/8).

Penulis: Wati Saturday, 22 August 2026 📖 1 menit
BMKG Deteksi 3.759 Titik Panas di Kalbar, Ketapang Terbanyak
Citra satelit ribuan titik panas yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat akibat musim kemarau panjang. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat sebanyak 3.759 titik panas tersebar di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Barat per Jumat (21/8/2026).

Kabupaten Ketapang menjadi wilayah penyumbang sebaran titik panas tertinggi di Kalimantan Barat dengan jumlah mencapai 1.795 titik api.

Lonjakan sebaran titik panas juga terpantau meluas di Kabupaten Mempawah dengan total 44 titik yang tersebar di enam kecamatan.

Sebaran titik api di Mempawah meliputi Kecamatan Sungai Kunyit, Mempawah Hilir, Mempawah Timur, Sadaniang, Sungai Pinyuh, serta Jongkat.

BMKG mengondisikan tiga titik panas di Mempawah masuk kategori merah atau tingkat kepercayaan tinggi yang sangat rawan memicu kebakaran besar.

Sementara itu 41 titik panas sisanya berada pada kategori kuning dengan tingkat kepercayaan menengah.

Mulyadi mengonfirmasi data pemantauan satelit BMKG tersebut dan menyatakan jajarannya terus bersiaga di lokasi kerawanan.

“Hari ini, kami fokus dulu untuk penanganan karhutla di Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang. Kita lakukan langkah penanggulangan secepat mungkin untuk mengantisipasi agar api tidak meluas,” ujarnya.

Ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat kian mengkhawatirkan seiring meluasnya dampak kemarau panjang tahun ini.

Petugas di berbagai daerah menghadapi rintangan berat akibat sulitnya pasokan air dan terbatasnya jalur evakuasi menuju lokasi api.

“Hampir semua lokasi karhutla kendalanya tidak ada sumber air. Sehingga, kita harus mencari sumber air yang paling dekat dengan lokasi titik api,” sebutnya.

Masyarakat di seluruh pelosok Kalimantan Barat diimbau tidak membuka lahan dengan cara dibakar guna mencegah timbulnya bencana kabut asap.

“Kami menghimbau masyarakat agar turut berpartisipasi aktif menjaga dan mengawasi lingkungannya dari potensi karhutla. Masyarakat hendaknya tidak melakukan aktivitas pembakaran yang dapat memicu terjadinya karhutla,” pesannya.

Koordinasi lintas daerah terus diperketat guna meminimalisasi lonjakan titik panas baru di kawasan rawan bencana.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK