faktakalbar

BMKG Prediksi Musim Kemarau Lebih Pendek, BNPB Imbau Masyarakat Siaga Kekeringan

Penulis: Redaksi Thursday, 19 June 2025 📖 2 menit
BMKG Prediksi Musim Kemarau Lebih Pendek, BNPB Imbau Masyarakat Siaga Kekeringan
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan pemerintah daerah untuk waspada menghadapi potensi kekeringan yang diprediksi terjadi selama musim kemarau tahun 2025. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) menyatakan bahwa awal musim kemarau tahun ini telah terjadi secara bertahap sejak April 2025. Jumlah wilayah yang memasuki musim kemarau diperkirakan akan terus bertambah hingga Agustus mendatang. Baca Juga: Bencana di Tengah Musim Kemarau: BNPB Laporkan Empat Wilayah Terdampak "Awal musim kemarau di Indonesia diprediksi tidak terjadi serempak. Pada bulan April 2025, sebanyak 115 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Jumlah ini meningkat pada Mei dan Juni, terutama di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dalam siaran pers 12 April 2025 Lalu. Dwikorita menambahkan, puncak kekeringan kemungkinan besar terjadi pada Agustus, khususnya di wilayah Jawa bagian tengah hingga timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku. "Sekitar 60 persen wilayah akan mengalami kemarau normal, 26 persen lebih basah, dan 14 persen lebih kering dari biasanya," tambahnya. Meski begitu, BMKG memperkirakan musim kemarau tahun ini cenderung lebih pendek di sebagian besar wilayah, berdasarkan analisis iklim global dan regional terbaru. Baca Juga: Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla Jelang Musim Kemarau 2025 Namun, 26 persen wilayah termasuk sebagian Sumatra dan Kalimantan justru diprediksi mengalami kemarau lebih panjang. Imbauan Penting dari BNPB Hadapi Potensi Kekeringan Menghadapi kondisi ini, BNPB membagi imbauan menjadi tiga tahap: saat kekeringan, pascakekeringan, dan upaya pencegahan. Saat kekeringan terjadi, masyarakat diminta menyimpan air di tempat tertutup dan bersih, menghemat penggunaan air, dan menjaga sirkulasi udara di rumah. “Jangan membakar sampah karena bisa memicu kebakaran lahan,” tulis BNPB di laman resminya. Jika kebakaran terjadi, warga diminta sigap memadamkan api dan menyiapkan perlengkapan darurat. Pascakekeringan, masyarakat dianjurkan menutup wadah air, menjaga kesehatan dengan makanan bergizi, dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar. Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Karhutla Saat Musim Kemarau 2025, Riau Paling Rentan Air juga sebaiknya digunakan efisien, seperti mencuci buah dan sayur dalam wadah, bukan dengan air mengalir. Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diajak menanam pohon, menampung air hujan, membuat sumur resapan, dan menjaga daerah tangkapan air. “Perbaiki segera kebocoran pipa air dan lakukan pelatihan evakuasi kebakaran secara rutin,” imbau BNPB.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK