BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kalbar Hari Ini: Dominan Berawan, Waspada Potensi Karhutla Sepekan ke Depan
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (
BMKG
) Kalimantan Barat merilis informasi terbaru mengenai prakiraan cuaca Kalbar untuk hari Minggu, (18/1/2026).
Secara umum, kondisi atmosfer di wilayah Kalimantan Barat diprediksi cerah berawan hingga berawan, namun kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap diperlukan.
Baca Juga:
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kalbar Hari Ini: Hujan Ringan Merata, Waspada Potensi Karhutla
Berdasarkan data visual potensi hujan harian yang dikeluarkan BMKG, kondisi cuaca di beberapa wilayah utama seperti Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kubu Raya, dan Mempawah diprediksi berawan atau tidak ada hujan pada hari ini.
Sementara itu, potensi hujan ringan diprakirakan masih terjadi di wilayah hulu dan pesisir lainnya, seperti Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Ketapang, hingga Sambas.
Minim Hujan, Awas Titik Panas
BMKG memberikan peringatan dini terkait berkurangnya intensitas hujan yang signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.
Kondisi atmosfer yang cenderung kering ini meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan, terutama di area gambut yang mudah terbakar.
"Waspadai potensi kemudahan terjadi karhutla di wilayah Kalbar selama seminggu ke depan," bunyi peringatan dalam rilis resmi BMKG.
Meskipun dominasi cuaca berawan menyelimuti sebagian besar wilayah pada awal pekan ini, BMKG memprediksi adanya perubahan pola cuaca menjelang akhir pekan nanti.
Pada Sabtu (24/1), potensi hujan dengan intensitas sedang diprakirakan akan kembali mengguyur wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
Baca Juga:
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat Kamis 15 Januari: Hujan Ringan dan Peringatan Dini Karhutla
Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi prakiraan cuaca Kalbar melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak yang ditimbulkan, baik dari potensi panas terik maupun risiko asap akibat karhutla.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.