faktakalbar

BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kalbar Sabtu 5 September

BMKG merilis prakiraan cuaca Kalbar Sabtu 5 September 2026. Sejumlah wilayah berpotensi hujan, sementara Kapuas Hulu masuk peringatan dini.

Penulis: Clara Saturday, 05 September 2026 📖 1 menit
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kalbar Sabtu 5 September
BMKG merilis prakiraan cuaca Kalbar Sabtu 5 September 2026. Sejumlah wilayah berpotensi hujan, sementara Kapuas Hulu masuk peringatan dini. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca Kalimantan Barat (Kalbar) untuk Sabtu, 5 September 2026.

Di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sejumlah wilayah Kalbar diprakirakan berpotensi mengalami hujan. Kondisi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kelembapan lahan, terutama kawasan gambut yang masih rawan terbakar.

Sejumlah Wilayah Kalbar Berpotensi Hujan

Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan ringan pada Sabtu cukup meluas di wilayah Kalimantan Barat, terutama bagian timur dan utara.

Selain hujan ringan, Kabupaten Sintang diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang dengan curah hujan sekitar 20–50 milimeter per hari.

Potensi hujan tersebut menjadi perhatian karena Kalbar masih menghadapi persoalan karhutla dan kabut asap di sejumlah wilayah.

Kapuas Hulu Masuk Peringatan Dini

BMKG juga memberikan perhatian khusus terhadap Kabupaten Kapuas Hulu.

Wilayah tersebut masuk dalam peringatan dini dengan potensi hujan sedang hingga lebat pada Sabtu, 5 September 2026. Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diminta mewaspadai perubahan cuaca.

Selain hujan, BMKG juga mencantumkan potensi angin kencang di Kalimantan Barat dalam periode peringatan dini.

Hujan Diharapkan Bantu Penanganan Karhutla

Munculnya potensi hujan menjadi kabar yang cukup penting di tengah penanganan karhutla Kalbar.

Pemerintah sebelumnya memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu membasahi lahan gambut dan meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah rawan karhutla.

BMKG Kalbar juga terus mendukung penanganan karhutla melalui pemantauan kondisi atmosfer, cuaca, dan potensi hujan di wilayah Kalimantan Barat.

Meski demikian, hujan tidak serta-merta membuat ancaman karhutla berakhir. Pemantauan dan pendinginan lahan tetap diperlukan untuk mencegah bara api kembali muncul.

Waspadai Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

Selain kondisi cuaca daratan, BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang tinggi untuk sejumlah perairan Kalimantan Barat.

Pada 5–8 September 2026, tinggi gelombang 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Singkawang-Bengkayang, Pontianak-Mempawah, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Ketapang. Kecepatan angin 25–30 knot juga berpeluang terjadi di perairan Kayong Utara dan Ketapang.

Masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah pesisir dan perairan diminta memperhatikan informasi cuaca dan gelombang dari BMKG.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK