faktakalbar

BNPB Akselerasi Hilirisasi Industri Melalui Inovasi Teknologi Kebencanaan

Penulis: Redaksi Thursday, 30 April 2026 📖 2 menit
BNPB Akselerasi Hilirisasi Industri Melalui Inovasi Teknologi Kebencanaan
Faktakalbar.id, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memacu langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian inovasi teknologi kebencanaan sejalan dengan program prioritas pemerintah terkait hilirisasi industri. Dorongan akselerasi ini dibahas secara komprehensif dalam seminar nasional pemanasan Road to Asia Disaster Management and Civil Protection Expo and Conference (ADEXCO) 2026 di Jakarta pada Rabu (29/4). Baca Juga:  Puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, BNPB Gelar Simulasi Evakuasi Mandiri di Banda Aceh Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menyampaikan bahwa langkah industrialisasi dan hilirisasi merupakan penjabaran dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Melalui forum dan kolaborasi konkret tersebut Raditya menaruh harapan besar agar status wilayah Indonesia yang rawan bencana dapat diubah menjadi pusat inovasi tingkat global. “Kita harus mampu memiliki kemandirian inovasi teknologi kebencanaan,” jelas Raditya. Raditya juga berharap agar kemandirian inovasi teknologi kebencanaan tersebut dapat menopang kebutuhan kesiapsiagaan di masa depan secara nyata. Dengan ekosistem teknologi yang kuat masyarakat luas diharapkan menjadi jauh lebih tangguh dalam menghadapi setiap ancaman bahaya alam. Dalam kesempatan yang sama Direktur Operasional ADEXCO Andrian Cader mengungkapkan bahwa forum seminar tersebut telah berhasil mempertemukan jajaran pemerintah, pelaku industri, hingga inovator teknologi dari dalam maupun luar negeri. Ia menegaskan bahwa kemandirian teknologi jelas membutuhkan pembangunan ekosistem yang terintegrasi di antara semua pihak. Menurut Andrian terdapat tiga elemen krusial yang harus didorong pertumbuhannya yakni penyelarasan riset, peran aktif industri, dan kepastian akses pasar. “Riset harus menjawab kebutuhan industri, Industri harus terhubung sejak awal mulai proses inovasi,” ujarnya. Andrian menambahkan bahwa proses inovasi tidak boleh berhenti hanya pada tahap perancangan purwarupa atau prototipe. Setiap temuan teknologi alat kebencanaan harus dipastikan dapat masuk ke rantai pasar diproduksi secara massal dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat luas. Baca Juga:  BNPB Sebut Karhutla Mendominasi Bencana Akhir Pekan, Puluhan Hektare Lahan di Kalimantan Terbakar Tentu saja langkah industrialisasi tersebut memerlukan dukungan skema pembiayaan dan iklim investasi yang sehat agar bisa terus berkembang. Sebagai informasi, ADEXCO merupakan platform pameran dan konferensi berskala internasional yang secara rutin diselenggarakan di Indonesia. Forum ini hadir bukan sekadar ruang diskusi melainkan diposisikan sebagai motor penggerak industrialisasi kebencanaan untuk merealisasikan amanat Rencana Induk Penanggulangan Bencana 2020-2044. Rencananya puncak acara ADEXCO akan digelar secara akbar pada 9 hingga 12 September 2026 mendatang. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK