faktakalbar

BNPB Catat 23 Bencana dalam Sehari: Banjir Terjang Pulau Jawa hingga Karhutla Riau Meluas

Penulis: Redaksi Friday, 17 April 2026 📖 2 menit
BNPB Catat 23 Bencana dalam Sehari: Banjir Terjang Pulau Jawa hingga Karhutla Riau Meluas
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 23 kejadian bencana melanda berbagai wilayah di Indonesia dalam periode Rabu (15/4/2026) hingga Kamis (16/4/2026). Berdasarkan rilis laporan bencana BNPB April 2026, terdapat delapan kejadian menonjol yang memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, termasuk jatuhnya korban jiwa di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Baca Juga:  Update Data Bencana BNPB Awal April: Karhutla Ogan Ilir hingga Longsor Deli Serdang Di Provinsi Jawa Barat, banjir melanda Kabupaten Bandung, khususnya di wilayah Kecamatan Majalaya dan Bojongsoang. Data terbaru menunjukkan banjir meluas hingga mencakup 11 desa dan 3 kelurahan di enam kecamatan. Total dampak di Bandung mencapai 29.445 jiwa dengan satu korban dilaporkan meninggal dunia. Hingga saat ini, ketinggian muka air (TMA) di beberapa titik masih berkisar antara 10 hingga 160 sentimeter. Bencana serupa melanda Provinsi Jawa Tengah. Di Kabupaten Sukoharjo, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan luapan Kali Jenes dan Kali Pepe yang merendam 19 desa di lima kecamatan. Kejadian ini mengakibatkan satu warga meninggal dunia, sementara 1.211 keluarga terdampak dan 178 jiwa terpaksa mengungsi. Sementara itu, di Kota Surakarta, banjir merendam 14 kelurahan di empat kecamatan yang berdampak pada 1.083 keluarga, meski saat ini kondisi air mulai surut dan warga mulai melakukan pembersihan. Di wilayah Jawa Timur, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bangkalan yang berdampak pada 220 rumah di Kecamatan Socah. Sementara itu, dari Pulau Kalimantan, banjir merendam enam desa di Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, yang berdampak pada 2.876 jiwa pada Rabu (15/4). Baca Juga:  Update Data Bencana BNPB Awal April: Karhutla Ogan Ilir hingga Longsor Deli Serdang Selain bencana hidrometeorologi basah, laporan bencana BNPB April 2026 juga memberikan perhatian khusus pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Kebakaran terpantau terjadi di sembilan kabupaten dan dua kota dengan total luas lahan yang hangus mencapai 3.457,73 hektare. Pemerintah telah menetapkan status siaga darurat hingga 30 November 2026, dan BNPB terus melakukan pendampingan melalui operasi modifikasi cuaca guna menekan titik api. BNPB menegaskan bahwa potensi bencana hidrometeorologi basah masih sangat tinggi di sejumlah wilayah Indonesia akibat kondisi cuaca yang dinamis. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan langkah mitigasi berjalan optimal. Masyarakat yang berada di daerah rawan bencana diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi resmi. Langkah evakuasi mandiri harus segera dilakukan apabila terjadi peningkatan potensi bahaya guna meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa lebih lanjut. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK