faktakalbar

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Terjang Enam Kabupaten di Indonesia

Penulis: Redaksi Saturday, 18 April 2026 📖 2 menit
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Terjang Enam Kabupaten di Indonesia
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat rangkaian bencana hidrometeorologi berupa angin kencang dan tanah longsor melanda sedikitnya enam kabupaten di Indonesia. Rentetan kejadian yang dipicu oleh cuaca ekstrem tersebut terjadi sejak Rabu (15/4/2026) hingga Jumat (17/4/2026) pagi. Baca Juga:  Cegah Dampak Kemarau Ekstrem, BNPB Dorong Mitigasi Karhutla di Kalimantan Barat secara Terpadu Berdasarkan pemutakhiran data penanggulangan bencana, fenomena cuaca ekstrem dan angin kencang mendominasi wilayah Pulau Sumatra, sementara bencana tanah longsor mayoritas terjadi di Pulau Jawa. Angin Kencang Landa Wilayah Sumatra Di wilayah Sumatra Selatan, angin kencang menerjang empat kelurahan di wilayah Kabupaten Lubuk Linggau pada Rabu (15/4/2026) sore. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Lubuk Linggau Utara II, Lubuk Linggau Timur I, Lubuk Linggau Timur II, dan Lubuk Linggau Barat I. Satu warga dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden ini. Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, cuaca ekstrem merusak puluhan rumah di tiga desa pada Kecamatan Semadam. BPBD setempat mencatat 15 rumah mengalami rusak berat, 15 rusak sedang, dan 30 rusak ringan. Peristiwa ini berdampak pada 60 Kepala Keluarga (KK) atau 239 jiwa, namun dipastikan tidak ada korban jiwa. Cuaca buruk turut melanda Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, yang berdampak pada 20 KK di Kecamatan Lae Parira. Kondisi ini memaksa dua keluarga mengungsi sementara waktu ke rumah kerabat terdekat. Tanah Longsor Dominasi Wilayah Jawa Tingginya curah hujan di Pulau Jawa memicu tanah longsor di sejumlah titik. Di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, longsor terjadi di 10 desa yang tersebar di Kecamatan Nawangan dan Bandar. Sebanyak 33 KK terdampak maupun terancam material longsoran. Aparat dan warga setempat terus melakukan pembersihan hingga Kamis (16/4/2026). Di Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Banjarnegara melaporkan titik longsor tersebar di Kecamatan Pagedongan, Wanayasa, dan Madukara, yang mengancam keselamatan enam rumah warga. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hujan lebat memicu longsor di 10 desa pada 10 kecamatan berbeda. Tercatat satu warga mengalami luka ringan, 10 KK terdampak, dan tujuh KK lainnya terancam material longsor. BPBD mencatat empat rumah rusak sedang dan enam rusak ringan. Hingga Jumat (17/4/2026), proses pembersihan material longsor di lokasi terdampak masih berlangsung. Baca Juga:  BNPB Catat 23 Bencana dalam Sehari: Banjir Terjang Pulau Jawa hingga Karhutla Riau Meluas Peringatan Kesiapsiagaan BNPB Menyikapi tingginya intensitas kejadian ini, BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. BNPB secara khusus menginstruksikan jajaran BPBD di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota untuk terus memutakhirkan informasi potensi cuaca kepada aparat desa. Pemantauan intensif di kawasan hulu dan daerah pegunungan yang rawan longsor sangat krusial dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalisasi dampak bencana lanjutan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK