BNPB: Cuaca Ekstrem dan Banjir Dominasi Bencana di Sejumlah Wilayah Indonesia
Faktakalbar.id, NASIONAL -
BNPB
mencatat peningkatan kejadian bencana hidrometeorologi basah, dengan banjir dan angin puting beliung terjadi di sejumlah daerah hingga Rabu (11/6).
Angin Puting Beliung Landa Deli Serdang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bencana angin puting beliung yang terjadi di lima desa di dua kecamatan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Senin (9/6) pukul 18.30 WIB.
Peristiwa ini mengakibatkan 14 Kepala Keluarga (KK) atau 58 jiwa terdampak.
Baca Juga:
Sejumlah Bencana Terjadi dalam 24 Jam, BNPB Imbau Waspada Cuaca Ekstrem
Rinciannya, 11 jiwa terdampak di Kecamatan Hamparan Perak dan 47 jiwa di Kecamatan Percut Sei Tuan.
Enam KK harus mengungsi ke rumah kerabat karena rumah mereka mengalami kerusakan.
“BPBD Deli Serdang telah berkoordinasi dengan camat dan kepala desa untuk mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak,” tulis BNPB dalam keterangan resminya.
Medan Juga Diterjang Puting Beliung
Tak hanya Deli Serdang, Kota Medan juga dilanda angin puting beliung di hari yang sama pukul 18.20 WIB.
Meskipun tidak ada korban jiwa, angin kencang merusak puluhan rumah warga.
Berdasarkan kaji cepat BPBD Kota Medan, sebanyak 21 unit rumah rusak sedang di Kecamatan Medan Deli dan 3 unit rumah rusak sedang di Kecamatan Medan Marelan.
Umumnya kerusakan terjadi pada bagian atap rumah.
Warga setempat masih bertahan di rumah masing-masing dan memperbaiki rumah secara gotong royong.
BPBD Kota Medan telah menurunkan personel untuk memantau dan melakukan pendataan.
Baca Juga:
BNPB: Waspadai Cuaca Ekstrem, Banjir dan Karhutla Ancam Banyak Daerah
Banjir Parah Rendam 17 Desa di Gresik
Banjir besar juga melanda Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Senin (9/6) dini hari akibat hujan deras yang mengguyur lebih dari tiga jam.
Luapan Kali Lamong menyebabkan 17 desa di tiga kecamatan terendam air.
“Sedikitnya 3.983 rumah, 178 hektar lahan pertanian, dan 30 ruas jalan terdampak,” kata laporan BNPB.
BPBD Jawa Timur bersama BPBD Gresik melakukan pemantauan tinggi muka air (TMA) di beberapa titik.
Hingga Selasa (10/6), genangan air belum surut, dengan ketinggian bervariasi: Kecamatan Balongpanggang (10–80 cm), Kecamatan Benjeng (10–100 cm), dan Kecamatan Driyorejo (5–50 cm).
Petugas juga telah menyiapkan perahu karet dan tim evakuasi serta menyalurkan bantuan logistik.
Jalan Raya Benjeng–Balongpanggang sementara ditutup karena genangan air membahayakan pengguna jalan.
Baca Juga:
Cuaca Ekstrem Landa Indonesia, BNPB Catat 30 Bencana dalam Sehari
Kepulauan Mentawai Juga Terendam Banjir
Banjir juga dilaporkan terjadi di dua desa di Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Selasa (10/6) pukul 08.00 WIB.
Desa yang terdampak yaitu Tuapejat dan Sido Makmur.
Tercatat 20 rumah dan satu fasilitas kesehatan terdampak, dengan ketinggian air mencapai 60 cm.
“Saat ini wilayah Tuapejat dan sekitarnya masih diguyur hujan deras disertai angin kencang, dan aliran listrik dipadamkan oleh PLN,” jelas BNPB.
Imbauan BNPB: Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Melihat tingginya intensitas kejadian bencana hidrometeorologi basah di sejumlah daerah, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah agar selalu siaga.
“Warga diimbau membersihkan saluran drainase, mempersiapkan tempat penampungan air, memangkas dahan pohon, serta menetapkan rencana darurat dan evakuasi,” tegas BNPB.
Kesiapsiagaan masyarakat sangat penting dalam mengurangi risiko korban dan kerugian akibat cuaca ekstrem dan banjir yang semakin sering terjadi.
Baca Juga:
BNPB Catat 21 Kejadian Bencana dalam 24 Jam Terakhir, Termasuk Longsor dan Karhutla
Tag:
#Gresik
#Kota Medan
#evakuasi bencana
#Deli Serdang
#Media Online Kalbar
#Media Kalbar
#info cuaca
#banjir indonesia
#Berita Nasional
#bencana alam
#cuaca ekstrem
#FaktaKalbar.id
#BNPB
#Kalimantan Barat
#kalbar
#Mentawai
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.