BNPB Gelar Pelatihan SDMT 2026 untuk Perkuat Kapasitas Kalaksa BPBD Seluruh Indonesia
Faktakalbar.id, BOGOR -
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
BNPB
) resmi membuka kembali kegiatan Senior Disaster Management Training (SDMT) bagi para Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala BNPB, Suharyanto, di Pusat Pendidikan Latihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (4/5/2026).
Baca Juga:
BNPB Akselerasi Hilirisasi Industri Melalui Inovasi Teknologi Kebencanaan
Dalam arahannya, Suharyanto menegaskan pentingnya kehadiran fisik seorang pimpinan di lapangan saat terjadi krisis. Ia mencontohkan penanganan bencana hidrometeorologi yang baru-baru ini melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurutnya, meskipun menyandang jabatan struktural tinggi, para pimpinan penanggulangan bencana wajib turun langsung demi memastikan penanganan berjalan efektif.
"Hampir seluruh pejabat di BNPB diterjunkan untuk penanganan bencana di Sumatera. Tidak hanya pejabat di bidang kedaruratan, hingga saat ini mereka masih mendampingi pemerintah daerah. Artinya, meskipun pejabat, namun ketika terjadi bencana harus terjun ke lokasi untuk mendampingi masyarakat dan pemerintah daerah," ujar Suharyanto.
Melalui forum Pelatihan Penanggulangan Bencana ini, para Kalaksa diharapkan dapat saling bertukar pengalaman dan memetik pembelajaran dari karakteristik bencana di daerah masing-masing. Suharyanto menekankan bahwa aspek praktis dan berbagi pengalaman menjadi materi utama dalam pelatihan kali ini untuk memperkuat solidaritas antarwilayah.
"Belajar dari penanganan bencana yang pernah terjadi. Bagi Kalaksa agar dapat berbagi pengalaman dengan rekan-rekannya, kita semua adalah teman seperjuangan dalam penanggulangan bencana," tambah Suharyanto.
Ia juga mengingatkan agar para peserta memanfaatkan momentum ini agar saat kembali ke daerah, mereka mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi warga.
Baca Juga:
BNPB Resmikan Sistem Peringatan Dini Banjir di Banda Aceh pada Puncak HKB 2026
Senada dengan hal tersebut, Kalaksa BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis meningkatkan kapasitas diri. Ia berharap setelah mengikuti Pelatihan Penanggulangan Bencana ini, dirinya dapat menyusun perencanaan yang lebih presisi.
"Harapannya setelah ini dapat menyusun perencanaan dan penanganan bencana yang lebih tepat dan efektif," kata Novendra.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Bengkayang, Dwi Berta Meiliana, menyatakan bahwa implementasi dari pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan publik di bidang kebencanaan.
"Agar pelayanan ke masyarakat dalam penanggulangan bencana lebih baik lagi dan masyarakat mendapat manfaat yang lebih tinggi, karena seorang pimpinan di BPBD harus tahu tata cara penanggulangan bencana yang tepat sasaran," ucap Dwi.
Pelatihan SDMT gelombang ketiga ini diikuti oleh 68 kepala pelaksana dan dijadwalkan berlangsung selama 12 hari hingga 16 Mei 2026. Seluruh peserta akan dibekali materi intensif mulai dari sistem penanggulangan bencana, kepemimpinan saat krisis, manajemen informasi, manajemen rehabilitasi dan rekonstruksi, hingga simulasi gladi posko.
(*Red)
Tag:
#Badan Nasional Penanggulangan Bencana
#Manajemen Krisis
#Kalaksa BPBD
#Pelatihan Penanggulangan Bencana
#Pusdiklat PB
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.