BNPB Laporkan Banjir dan Karhutla Terjadi Serentak di Sejumlah Wilayah
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
BNPB
) merilis laporan terkini terkait berbagai kejadian bencana alam yang terjadi di Indonesia.
Dalam periode 24 jam, mulai Jumat (27/6) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (28/6) pukul 07.00 WIB, tercatat sejumlah insiden banjir dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di beberapa wilayah.
Banjir di Seram Bagian Timur, Maluku
Banjir terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku akibat meluapnya air Kali Wailola setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (26/6).
Baca Juga:
BNPB: Lima Bencana Terjadi dalam 24 Jam, Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
Banjir ini berdampak pada tiga desa di Kecamatan Bula. Sedikitnya 1.235 warga terdampak, 252 unit rumah terendam, dan 6 rumah lainnya hanyut terbawa arus. Selain itu, satu tanggul sepanjang 100 meter dilaporkan mengalami kerusakan berat.
BPBD setempat bersama tim gabungan telah melakukan upaya penanggulangan darurat dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk langkah lanjutan.
Saat ini, kondisi banjir mulai surut di beberapa titik.
Karhutla di Padang, Sumatera Barat
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat pada Jumat (27/6).
Lahan seluas tiga hektar habis terbakar, tim dari BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang segera dikerahkan untuk proses pemadaman.
Baca Juga:
BNPB Catat Longsor dan Angin Kencang di Sejumlah Daerah
BPBD melaporkan hingga Jumat sore, proses pemadaman masih berlangsung.
Karhutla Lainnya di Beberapa Daerah
Di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, karhutla yang terjadi sejak Kamis (26/6) malam di Desa Lumut Maju dan Desa Hutaimbaru telah berhasil dikendalikan di beberapa titik.
Namun, tim masih berjibaku memadamkan api di area seluas 60 hektar.
Di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, kebakaran hutan yang terjadi sejak Senin (23/6) berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Jumat (27/6).
Total lahan yang terbakar mencapai 12,5 hektar, tersebar di tiga wilayah:
Desa Ujung Mangki, Kecamatan Bakongan (9 hektar)
Gampong Batee Tunggai, Kecamatan Samadua (3 hektar)
Gampong Panton Luas, Kecamatan Tapaktuan (0,5 hektar)
Pemadaman di wilayah ini cukup menantang karena lokasi jauh dari sumber air. Tim gabungan harus berjalan kaki sejauh dua kilometer ke lokasi titik api.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, tepatnya di Nagari Tarantang dan Nagari Taram, Kecamatan Harau.
Baca Juga:
BMKG Prediksi Musim Kemarau Lebih Pendek, BNPB Imbau Masyarakat Siaga Kekeringan
Kebakaran yang terjadi sejak Senin (23/6) akhirnya berhasil dipadamkan pada Jumat (27/6).
Proses pemadaman sempat terkendala angin kencang dan kondisi geografis yang berada di puncak bukit.
Imbauan BNPB untuk Hadapi Musim Kemarau
Menanggapi meningkatnya jumlah kejadian karhutla, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menyiapkan personel dan peralatan untuk respons cepat jika terjadi kebakaran.
“Musim kemarau sudah datang. Kita harus siaga bersama untuk mencegah bencana karhutla yang lebih luas,” ujar BNPB dalam keterangannya.
Baca Juga:
Cuaca Ekstrem Picu Bencana di Beberapa Daerah, BNPB Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Tag:
#Media Online Kalbar
#Media Kalbar
#kebakaran hutan
#karhutla Sumatera
#musim kemarau
#Berita Nasional
#bencana alam
#Penanggulangan Bencana
#BPBD
#Bencana Indonesia
#FaktaKalbar.id
#BNPB
#Kalimantan Barat
#kalbar
#banjir Seram Bagian Timur
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.