faktakalbar

BNPB Laporkan Rangkaian Bencana di Cilacap, Sumbawa, dan Lampung Selatan

Penulis: Redaksi Tuesday, 17 February 2026 📖 2 menit
BNPB Laporkan Rangkaian Bencana di Cilacap, Sumbawa, dan Lampung Selatan
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru mengenai kejadian bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Berdasarkan laporan yang dihimpun hingga Senin (16/2/2026) pagi, tercatat adanya kejadian tanah longsor, banjir, dan angin kencang yang dipicu oleh faktor cuaca ekstrem di berbagai provinsi. Baca Juga: BNPB Serahkan 252 Unit Huntara bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah Rangkaian peristiwa ini menuntut percepatan Penanganan Bencana di Indonesia guna meminimalkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Tim gabungan di masing-masing daerah telah diterjunkan untuk melakukan kaji cepat dan memberikan bantuan darurat di lokasi terdampak. Tanah Longsor di Kabupaten Cilacap Kejadian pertama dilaporkan dari Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Hujan deras pada Sabtu (14/2/2026) sore memicu tanah longsor di Desa Cidadap dan Desa Tayem, Kecamatan Karangpucung. Peristiwa ini mengancam keselamatan 15 kepala keluarga serta 15 unit rumah warga. Selain dampak fisik pada bangunan, material longsor sepanjang 100 meter dilaporkan menutup Daerah Aliran Sungai (DAS) Cirajayu. BPBD Cilacap bersama warga setempat telah melakukan gotong royong untuk memperbaiki rumah yang terdampak serta membangun turap darurat dari tanah sebagai penahan sementara. Banjir di Kabupaten Sumbawa Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, banjir merendam dua desa di Kecamatan Empang, yaitu Desa Empang Bawa dan Desa Bunga Eja. Sebanyak 270 kepala keluarga terdampak akibat meluapnya air sungai yang masuk ke pemukiman warga pada Sabtu sore. Upaya Penanganan Bencana di Indonesia di wilayah ini difokuskan pada pembersihan sisa material banjir dan perbaikan infrastruktur air. Petugas gabungan telah membangun penahan tebing sungai (bronjong) serta melakukan normalisasi sedimen pada saluran DAS agar aliran air kembali lancar dan risiko banjir susulan dapat dikurangi. Baca Juga: Didominasi Banjir dan Cuaca Ekstrem, BNPB Rilis Laporan Bencana Periode 8-9 Februari 2026 Angin Kencang di Lampung Selatan Provinsi Lampung juga melaporkan adanya bencana angin kencang yang menerjang Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Cuaca buruk ini mengakibatkan kerusakan pada 44 rumah warga dan satu fasilitas ibadah. BPBD setempat masih terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Imbauan Kesiapsiagaan dari BNPB BNPB meminta masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya hidrometeorologi. Hal ini penting mengingat intensitas hujan di beberapa wilayah masih tergolong tinggi dan berpotensi memicu bencana lanjutan. “Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman,” ungkap pihak BNPB dalam keterangan resminya. Selain itu, warga yang bermukim di bantaran sungai diminta rutin memantau ketinggian muka air. Update informasi cuaca dari lembaga resmi menjadi rujukan utama dalam menentukan langkah antisipasi di lapangan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK